Jakarta, Cyeber Indonesia – Anggota Komisi V DPR RI Mukhlis Basri menyoroti isu viral di media sosial terkait rencana penggunaan Bandara Kertajati oleh pihak asing, termasuk Amerika Serikat. Ia meminta pemerintah segera memberikan penjelasan resmi agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.
Isu tersebut mencuat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kementerian Perhubungan RI di Senayan, Jakarta, pada Kamis (4/6/2026).
Dalam forum tersebut, Mukhlis Basri mengaku mendapatkan informasi dari media sosial yang menyebutkan Bandara Kertajati akan dimanfaatkan oleh negara asing. Ia menilai kabar tersebut perlu segera diluruskan oleh pemerintah.
“Saya mohon penjelasannya, benar atau tidak Pak Menteri terkait informasi yang viral di media sosial bahwa Bandara Kertajati akan digunakan oleh negara Amerika,” ujar Mukhlis dalam rapat tersebut.
Menurutnya, informasi yang belum jelas kebenarannya berpotensi menimbulkan salah persepsi di publik, terutama terkait pengelolaan bandara strategis nasional.
Lebih lanjut, politisi PDI Perjuangan ini juga menyoroti dampak operasional jika Bandara Kertajati benar digunakan oleh pihak asing. Ia mempertanyakan apakah hal tersebut tidak akan mengganggu jadwal penerbangan domestik.
Kekhawatiran itu terutama berkaitan dengan periode padat seperti angkutan Lebaran serta penerbangan jamaah haji yang biasanya membutuhkan slot penerbangan besar dan terjadwal ketat.
“Kalau memang benar digunakan negara Amerika, apakah tidak mengganggu angkutan Lebaran dan angkutan haji nanti?” tegasnya.
Mantan Bupati Lampung Barat menegaskan pentingnya kejelasan dari pemerintah agar isu yang berkembang tidak semakin meluas di ruang publik. Menurutnya, Bandara Kertajati memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas udara di Jawa Barat dan wilayah sekitarnya.
Ia menilai, setiap kebijakan terkait bandara tersebut harus disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi yang dapat merugikan banyak pihak, termasuk pengguna jasa penerbangan.

