DPR RI Soroti Kelayakan Kapal Buntut KMP Mutiara Persada III Terombang-ambing 5 Hari.

Jakarta86 views

 

Jakarta, Cyeber Indonesia – Anggota Komisi V DPR RI, Mukhlis Basri, menyoroti insiden Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mutiara Persada III yang terombang-ambing di tengah laut selama lima hari akibat kerusakan mesin. Peristiwa ini memicu protes keras dari para penumpang, yang mayoritas merupakan sopir truk logistik.

Politisi PDI-Perjuangan tersebut mempertanyakan pengawasan terhadap kelayakan operasional kapal yang tetap diizinkan berlayar meski diduga mengalami gangguan serius pada mesin.

“ Saya mohon penjelasannya pak ini. Kenapa kapal yang tidak layak jalan kok tetap beroperasi. Saya dapat informasi mesin mati total. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sumatera dan Jawa ini dekat, tapi sampai lima hari mereka terbengkalai terombang-ambing di tengah laut,” kata Mukhlis dalam rapat dengar pendapat bersama Menteri Pekerjaan Umum, Kepala BNPP/Basarnas, KNKT, PT KAI, dan PT KCI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Lebih lanjut, Mantan Bupati Lampung Barat itu mengungkapkan, sekitar 160 penumpang dan lebih dari 110 kendaraan roda empat berada di atas kapal saat insiden terjadi. Sebagian besar penumpang merupakan sopir truk pengangkut logistik yang frustrasi karena kapal hanyut selama berhari-hari di perairan Lampung Selatan akibat kerusakan mesin.

Mukhlis juga meminta penjelasan dari Kementerian Perhubungan, khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, serta Basarnas terkait langkah penanganan yang telah dilakukan terhadap insiden tersebut.

“Saya mohon penjelasannya apa yang sudah dilakukan Menteri Perhubungan terutama Dirjen Laut dan juga Basarnas dalam menyikapi tragedi KMP Mutiara Persada III penyeberangan dari Cigading Banten menuju Pelabuhan Panjang Bandar Lampung,” tegasnya.

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, para penumpang terlihat berkumpul di dek luar kapal sambil meminta kepastian dari kru kapal dan petugas keamanan. Beberapa di antaranya bahkan mendatangi ruang nakhoda untuk meminta penjelasan langsung terkait kondisi kapal yang tak kunjung bisa melanjutkan pelayaran.

Suasana di atas kapal terlihat dipenuhi kecemasan. Sejumlah penumpang tampak duduk di sisi dek sambil memandangi laut, sementara lainnya berdiri di pagar pembatas kapal untuk memantau situasi di tengah cuaca mendung dan angin laut yang cukup kencang.

Pelampung keselamatan berwarna oranye tampak tergantung di sisi kapal sebagai bentuk kesiapsiagaan kru menghadapi kondisi darurat. Meski tidak terjadi kepanikan besar, para penumpang mulai frustrasi karena harus bertahan di tengah laut tanpa kepastian.

Persediaan makanan dan air bersih di kapal disebut mulai menipis seiring lamanya kapal terombang-ambing di perairan Lampung Selatan.

“Kami ini bawa barang, bawa muatan. Berhari-hari di sini enggak ada kejelasan, makan minum kami bagaimana?” ujar salah satu penumpang dalam video sambil memprotes kru kapal.

Kronologi KMP Mutiara Persada III Alami Kerusakan Mesin

Salah satu sopir truk sekaligus penumpang kapal bernama Momo menjelaskan, KMP Mutiara Persada III berangkat dari Pelabuhan Cigading, Banten menuju Pelabuhan Panjang, Lampung pada Kamis (14/5/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.

Namun saat melintas di sekitar Pulau Sebuku, Lampung Selatan, kapal mengalami gangguan mesin.

“Ada trouble mesin. Sempat dibenerin dan jalan lagi, tapi setelah lewat Pulau Sebuku trouble lagi,” kata Momo saat dihubungi pada Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, kru kapal telah beberapa kali mencoba melakukan perbaikan di tengah laut. Bahkan sejumlah penumpang ikut turun ke ruang mesin untuk melihat langsung kondisi kapal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *