Pemprov Lampung Gandeng PNM Kembangkan UMKM

Tulang Bawang115 views

Cyberindonesia.net – Pemerintah Provinsi (Pemptov) komitmen memperkuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu berdaya saing, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan naik kelas.

Komitmen tersebut ditunjukkan dengan menggandeng PT Permodalan Nasional Madani (PNM).untuk Pengembangan Kapasitas Usaha Akbar bagi pelaku UMKM Kabupaten Tulang Bawang di Gedung Serba Guna Menggala, Rabu, 20 Mei 2026.

Dalam kegiatan bertajuk “Dari Kemasan Jadi Andalan: UMKM Tulang Bawang Makin Cuan,” tersebut, Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Jihan Nurlela mengapresiasi para perempuan pelaku UMKM yang dinilai memiliki peran besar dalam menggerakkan ekonomi keluarga.

Menurut Jihan, mayoritas nasabah PNM merupakan perempuan tangguh yang terus berjuang mengembangkan usaha di tengah tantangan ekonomi saat ini.

“Saya merasa bangga bisa hadir di tengah para pejuang ekonomi keluarga. Perempuan-perempuan hebat inilah yang menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Karena itu, kami ingin terus membersamai para pelaku UMKM agar semakin berdaya saing dan naik kelas,” ujar Jihan.

Jihan menilai keberadaan PNM memberikan manfaat besar bagi pelaku UMKM di Provinsi Lampung.

“Ini menunjukkan bahwa PNM benar-benar hadir untuk memberdayakan masyarakat, khususnya para perempuan pelaku UMKM,” ucap Jihan.

Wagub Lampung menjelaskan, dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini, di mana perubahan terjadi sangat cepat dan menuntut pelaku usaha untuk mampu beradaptasi.

Dia mencontohkan perubahan pola konsumsi masyarakat yang kini semakin bergantung pada teknologi digital. Jika dahulu masyarakat berbelanja pakaian langsung di pasar dan membeli makanan di warung, kini hampir seluruh kebutuhan dapat diperoleh hanya melalui telepon genggam.

“Perubahan yang cepat ini menjadi tantangan besar bagi para pelaku UMKM,” kata Jihan.

Menurut Jihan, tantangan utama UMKM saat ini bukan lagi sekadar persoalan modal usaha. Akses pembiayaan dinilai sudah semakin terbuka melalui berbagai program seperti PNM maupun Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Tantangan terbesarnya adalah apakah kita mampu bertahan di tengah perubahan zaman dan cukup peka terhadap perkembangan yang terjadi,” ujar Wagub Lampung.

Karena itu, Jihan menilai peran PNM sangat penting, bukan hanya dalam menyediakan akses permodalan, tetapi juga membangun ekosistem usaha yang lengkap bagi para nasabah.

“PNM tidak hanya memberikan akses permodalan, tetapi juga menghadirkan pelatihan, pendampingan pengembangan usaha, hingga sistem pengawasan melalui kelompok. Semua instrumen ini dirancang agar usaha kecil dan menengah dapat tumbuh, berkembang, dan naik kelas,” kata Jihan.

Dia berharap para nasabah yang saat ini memulai usahanya dapat berkembang menjadi pelaku usaha menengah dengan kapasitas lebih besar, bahkan mampu mandiri tanpa bergantung pada pinjaman. “Itulah tujuan besar yang ingin dicapai bersama,” ucapnya.

Jihan menekankan pentingnya pengembangan kapasitas usaha, salah satunya melalui peningkatan kualitas kemasan produk atau packaging. Menurutnya, konsumen saat ini tidak hanya melihat rasa maupun kualitas produk, tetapi juga keseriusan pelaku usaha dalam mengemas produknya.

Menurut Jihan, produk makanan ringan yang dikemas seadanya tentu akan kalah menarik dibanding produk dengan kemasan rapi dan profesional.

“Kemasan hari ini adalah bagian dari strategi pemasaran dan nilai tambah produk,” ujar Jihan tegas.

Wagub Lampung juga mengapresiasi model pembiayaan berbasis kelompok yang diterapkan PNM karena dinilai mampu menciptakan kontrol sosial, rasa tanggung jawab bersama, serta semangat saling mendukung antaranggota.

“Banyak program pembiayaan berbasis individu gagal bertahan karena tidak memiliki sistem pengawasan dan tanggung jawab kolektif seperti ini. PNM telah membuktikan keberhasilannya. Selama bertahun-tahun program ini mampu bertahan dan berkembang,” tutur Jihan.

Dalam kesempatan itu, Jihan menyinggung teori survival economy yang menyebut UMKM sebagai sektor usaha yang paling mampu bertahan menghadapi krisis karena memiliki fleksibilitas tinggi. Hal tersebut terbukti saat pandemi COVID-19, ketika banyak usaha besar berhenti beroperasi bahkan gulung tikar akibat sulit beradaptasi. Sebaliknya, UMKM justru mampu bergerak cepat menyesuaikan diri dengan kondisi pasar.

“Pelaku UMKM dapat dengan cepat beralih dari penjualan offline ke online, memodifikasi produk, hingga menciptakan kebutuhan baru sesuai kondisi pasar,” kata Jihan.

Dia mencontohkan saat masker dan alat pelindung diri sulit diperoleh selama pandemi, pelaku UMKM mampu menghadirkan berbagai inovasi produksi masker kain dan APD dari bahan yang tersedia.

“Inilah bukti bahwa UMKM memiliki daya tahan dan kemampuan adaptasi yang luar biasa,” kata Jihan.

Karena itu, Jihan menegaskan bahwa modal bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan usaha. Menurutnya, banyak usaha dengan modal besar gagal berkembang karena tidak mampu membaca perubahan zaman.

“Yang paling penting adalah kepekaan terhadap peluang, kemampuan beradaptasi, keberanian berinovasi, dan semangat untuk terus belajar,” tutur Jihan.

Wagub Lampung menyampaikan rasa bangga kepada para ibu yang terus berjuang membantu perekonomian keluarga melalui usaha yang dijalankan.

“Saya tahu ada anak dan keluarga yang harus ditinggalkan sejenak demi membantu mencari nafkah keluarga. Namun percayalah, bentuk cinta seorang ibu tidak selalu hadir dalam pelukan dan kebersamaan, tetapi juga dalam bentuk tanggung jawab dan perjuangan,” ujar Jihan.

Dia berharap seluruh kerja keras para pelaku UMKM hari ini dapat menjadi jalan bagi masa depan anak-anak yang lebih baik.

“Saya bersama Bapak Gubernur berkomitmen untuk terus membersamai para pelaku UMKM agar dapat berkembang, mandiri, dan sukses mencapai harapan masing-masing. Semangat terus untuk seluruh pelaku UMKM di Kabupaten Tulang Bawang,” tutur Jihan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *