Cyberindonesia.net – Atlet muda asal Lampung dari klub sepatu roda Victory Inline Skate, Fellix Fathul Ruzain, kembali mengukir prestasi gemilang. Siswa SMAIT Baitul Jannah, Bandar Lampung, meraih dua medali perak di ajang Kejuaraan Nasional Priangan Slalom Clash pada 24–26 April 2026 di Graha Manggala Siliwangi, Bandung, Jawa Barat.
Fellix dalam kompetisi tersebut meraih dua medali Perak pada dua nomor berbeda di kategori Youth Men. Yaitu dari nomor Speed Slalom, dan nomor Battle Slide.
Fellix sebelumnya juga pernah meraih prestasi di tingkat internasional seperti peringkat 4 dunia di Singapura tahun lalu.
Sejauh ini, Fellix Fathul menunjukkan konsistensi tinggi di nomor Speed Slalom kategori Youth Men. Waktu terbaiknya pada kualifikasi Fellix mencatatkan angka 4,821 detik pada babak kualifikasi. Dengan catatan waktu ini menempatkannya di posisi unggulan untuk melaju ke babak eliminasi head-to-head.
Dalam tiga kali percobaan kualifikasi, ia stabil di kisaran waktu 4,8 – 5,0 detik, menunjukkan kontrol yang sangat baik meski di bawah tekanan kompetisi nasional.
Skor akhir Fellix meraih Medali Perak setelah bersaing ketat di babak final. Ia kalah tipis dari wakil tuan rumah Jawa Barat dalam penentuan pemenang melalui sistem best-of-three (dua kemenangan dari tiga run).
Selain kesuksesan di Speed Slalom, Fellix juga mencatatkan performa impresif di nomor lain, yakni Battle Slide, dimana dirinya juga meraih Medali Perak. Fellix berhasil mengeksekusi teknik slide tingkat kesulitan tinggi seperti unity dan savannah, dengan stop yang presisi di area penilaian.
Untuk diketahui, kompetisi ini sebagai ajang 3-Star Nasional, hasil ini memperkuat posisi Fellix dalam peringkat atlet freestyle nasional dan menjadi modal penting untuk seleksi kejuaraan internasional mendatang.
Ibunda Fellix, Venny, mengatakan bahwa tidak henti-hentinya berdoa agar nomor Slalom bisa dipertandingkan di PON XXII tahun 2028 di NTB-NTT, karena ini memiliki peluang besar bagi Fellix untuk meraih medali.
“Kami para orang tua atlet terus berdoa dan mendukung upaya PB Porserosi untuk terus memperjuangkan agar nomor Slalom ini bisa lolos dipertandingkan di PON. Meskipun hasil sementara tidak masuk dalam daftar cabang olahraga yang dimasukkan di PON tersebut. Tetapi kami tetap berdoa dan menyemangati para petinggi untuk terus berupaya ke KONI Pusat maupun ke tuan rumah,” kata Veny via selulernya kepada media ini.
Apabila tidak, lanjut Veny, mungkin di tahun 2032 sebagai tuan rumah PON XXIII, Lampung diharapkan akan menjadikan nomor ini sebagai cabang previllige.
Selain Fellix Fathul Ruzain, beberapa atlet asal Lampung dari klub Victory Inline Skate dan Wheeling Academy juga menorehkan prestasi dalam ajang Priangan Slalom Clash 2026 di Bandung.
Rekan setimnya Fellix di klub Victory juga meraih posisi penting yakni Athaya pada kategori Youth Women, masuk ke babak 8 besar di nomor Speed Slalom. Meskipun terhenti di fase perempat final, ia mencatatkan waktu kualifikasi yang kompetitif di bawah 6 detik.
Kemudian Rafa di kategori Junior Men, meraih peringkat ke-5 di nomor Battle Slide. Ia menunjukkan teknik transisi yang solid namun kalah tipis dalam poin artistik dari atlet asal Jawa Barat dan DKI Jakarta.
Dari Klub Wheeling Academy Lampung, beberapa atlet muda turut berpartisipasi dan masuk dalam jajaran peringkat 10 besar di kategori masing-masing.
Misalnya, Alodie menempati posisi ke-4 di nomor Speed Slalom kategori Junior Women. Arkana, berhasil mencapai babak semifinal dan berakhir di peringkat ke-4 di nomor Classic Slalom kategori Kids Men. Lalu Elita yang masuk dalam jajaran peringkat ke-7 besar untuk nomor Battle Slide kategori Youth Women.***

