Cyberindonesia.net – Perkemahan Jumat, Sabtu, dan Minggu (Perjusami) SMPIT Insan Robbani ditutup pada Minggu, 1 Februari 2026. Kegiatan ditutup dengan aksi bersih lingkungan (operasi semut) sebelum peserta kembali ke rumah masing-masing.
Kepala SMPIT Insan Robbani, Maliki, M.Pd., Gr, menjelaskan bahwa Perjusami tahun ini mengusung tema “Satu Tenda Sejuta Karya, Mandiri dan Peduli.” Tema ini dipilih untuk menyelaraskan program sekolah dalam mencetak siswa yang berakhlak mulia sekaligus berdaya saing.
“Kami berharap melalui kebersamaan di bawah satu tenda, lahir kreativitas dan potensi diri yang kuat, namun tetap dibarengi dengan rasa empati terhadap sesama dan alam sekitar,” tutur Maliki.
Selama tiga hari, para peserta mengikuti agenda yang dirancang komprehensif. Mulai dari penguatan spiritual hingga ketangkasan fisik.
Selain teknik kepramukaan, peserta pada hari pertama uga mengikuti sesi Jumpa Tokoh untuk mendapatkan motivasi langsung dari para narasumber inspiratif.
Hari kedua, peserta mengikuti Wide Game dan jelajah alam untuk menguji kemampuan sandi, P3K, dan tali-temali. Materi tambahan mengenai pelestarian lingkungan dan penghematan energi juga menjadi fokus utama.
Kemudian sesuai ciri khas sekolah Islam Terpadu, kegiatan rutin diisi dengan Qiyamul Lail, salat berjamaah, Salat Dhuha, dan majelis pagi.
Kegiatan mencapai puncaknya pada Sabtu malam dengan agenda awal Upacara Api Unggun. Namun dikarenakan hujan, api unggun dinyalakan tanpa acara seremonial. Dilanjutkan dengan pentas seni, menjadi ajang unjuk bakat dan kreativitas bagi seluruh regu.
Sebelumnya, Perjusami dibuka oleh Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Lampung Utara Muhammad Erwinsyah pada Jumat, 30 Januari 2026. Kegiatan melibatkan anggota Pramuka Pasukan Sultan Malik As Shaleh dan Fatimah Az Zahra (Gugus Depan 03-079 dan 03-080).
Dalam amanatnya, Erwinsyah memberikan apresiasi tinggi kepada SMPIT Insan Robbani yang konsisten menjadikan Pramuka sebagai kawah candradimuka bagi generasi muda. Menurutnya, perkemahan bukan sekadar kegiatan rekreatif, melainkan media efektif untuk menanamkan nilai disiplin dan kepedulian.
“Kegiatan ini adalah sarana strategis dalam membentuk karakter. Di sini, para siswa belajar tanggung jawab, kerja sama, serta kepedulian sosial dan lingkungan yang akan menjadi bekal penting mereka di masa depan,” ujar Erwinsyah.***

