KONI dan Dispora Sepakat Dorong DBOD Lampung

Olahraga332 views

Cyberindonesia.net – Tim Desain Besar Olahraga Daerah (DBOD) Lampung tampaknya segera terbentuk. Sebab, inisiasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinwi Lampung ini direspons Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lampung.

Hal itu tergambar dalam pertemuan Ketua Umum (Ketum) KONI Lampung Taufik Hidayat dan Kepala Dispora Lampung Meiry Harika Sari di Ruang rapat Ketum KONI Lampung, Komples PKOR Way Halim, Kota Bandar Lampung, Selasa, 9 September 2025.

Dalam pertemuan sekitar dua jam itu, Taufik menyampaikan beberapa hal pokok. Di antaranya terkait inisiasi mendorong DBOD untuk segera dilakukan Forum Group Discussion (FGD) seluruh pihak terkait bersama Gubernur Lampung.

Ketum KONI Lampung menyatakan bahwa sudah sangat diperlukan melakukan berbagai telaah terkait beberapa hal yang juga terkait dengan perguruan tinggi di Lampung.
“Perguruan tinggi memiliki kapabilitas untuk menyampaikan hal-hal seperti telaah secara ilmiah mengenai sport science,” kata Taufik.

Kemudian, penyediaan beberapa venue olahraga baik indoor maupun outdor. “Maka dari itu dalam rangka mendorong program DBOD tersebut, kami berharap bisa bersama dengan perguruan tinggi, karena SDM sarjana olahraga juga berada di sana,” tutur Taufik.

Menurutnya, FGD akan sangat baik jika menjadi produk dari perguruan tinggi dan menjadi produk dengan kajian ilmiah bersama stakeholder olahraga lainnya  termasuk KONI, Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI), Badan Pembinaan Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) dan cabang olahraga.

Untuk segera mewujudkannya, Taufik menyarakan kepada Dispora Lampung sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menyampaikan kepada Gubernur Lampung terkait hal-hal dimaksud.

Hal lain yang menjadi kegelisahannya, Taufik juga menyarankan agar komunikasi aktif dilakukan terkait pembinaan lanjutan dari para atlet usia dini, pelajar dan remaja, baik dari even Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNas), Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas), dan sebagainya, bisa terus dirawat sehingga menjadi atlet prestasi yang masuk ke ranah pembinaan selanjutnya.

“Ini belum efektif tampaknya. Karena beberapa atlet yang punya prestasi bagus di usia dini, remaja dan pelajar, kenapa bisa tiba-tiba hilang dan tidak muncul di usia junior dan senior. Ini perlu kita perhatikan bersama, jangan-jangan setelah bibit-bibit itu muncul, tidak dirawat dan pindah ke daerah lain,” ucap Taufik.

Beberapa hal yang juga ditambahkan oleh para Waketum KONI Lampung. Di antaranya terkait pengelolaan media sosial (medsos) dan Media lainnya seperti website olahraga Lampung, yang memiliki ruang publik sangat luas, selain sebagai informasi juga mempunyai berbagai fungsi.

Website olahraga pun bisa dipakai sebagai penampung data base atlet dan kegiatan, baik pencapaian maupun rencana yang akan dicapai ke depan. Namun demikian, semua juga harus direncanakan secara matang, mulai dari rancangan awal, pembiayaan, siapa yang menjadi pengelola, contributor data sampai pada servernya ada di mana.

Selama ini, website dan medsos memang sudah ada namun masih dikelola dengan tradisional, belum berbasis data base sebagai bank data.

Kadispora Lampung Meiry Harika Sari menyampaikan sepakat dengan pokok bahasan terkait didorongnya DBOD dan membangun komunikasi dengan stakeholder.

“Kami sepakat, dan kami mohon waktu untuk melaporkannya kepada Bapak Gubernur Lampung. Terkait bank data dan media lain sebagai sarana informasi dan data base memang sangat penting, karena itu bisa kita pakai sebagai rujukan dalam memilih dan memutuskan seorang atlet yang akan dilakukan pembinaan,” kata Meiry.

Dispora Lampung, lanjut Meiry, memiliki keterbatasan dana dalam mengcover berbagai kegiatan yang demikian komplek dan luas terkait kepemudaan dan olahraga terutama dari kalangan pelajar. Sehingga memerlukan partnership yang sangat terukur agar outputnya mendekati dengan apa yang diinginkan bersama.

Dalam pertemuan juga dibahas beberapa hal terkait sarana dan prasarana olahraga utamanya yang ada di PKOR Way Halim dan beberapa lainnya.

Pertemuan dihadiri Waketum KONI Lampung, mulai dari Margono Tarmudji, Riagus Ria, Yanuar Irawan dan Krisna Putra, serta Wakil sekretaris Jares Mogni, dan Herman Afrigal. Sementara Kadispora Meiry Harika Sari didampingi Sekretaris Dispora Budi Marta, dan para krpala bidang, dan Kepala UPTD PKOR Way Halim, Heris Meyusef.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *