Empat Aturan Porprov Lampung Usung Semangat Fair Play

Olahraga134 views

Cyberindonesia.net – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Lampung X Tahun 2026 tidak main-main soal keamanan dan sportivitas. Panitia menyiapkan langkah antisipasi ekstra agar seluruh pertandingan berlangsung aman, tertib, lancar, dan tentunya fair play.

Koordinator Pertandingan Porprov Lampung Suhaimi menegaskan, ada empat poin penting yang menjadi perhatian serius seluruh cabang olahraga (cabor) dan Technical Delegate (TD).

Hal itu disampaikan pada Sabtu, 7 November 2026. Empat poin tersebut menjadi warning sekaligus aturan wajib agar pelaksanaan pesta olahraga terbesar di Lampung ini berjalan tanpa drama.

Berikut empat poit tersebut;

1. Atlet Siluman? Jangan Harap Bisa Lolos!

Pendaftaran atlet memang sudah ditutup. Namun, panitia tetap mewajibkan screening ulang untuk memastikan seluruh atlet yang bertanding benar-benar sesuai dengan data pendaftaran.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah munculnya atlet siluman atau pemain tambahan ilegal yang bisa memicu protes hingga kisruh antarkontingen.

2. Fair Play Bukan Sekadar Slogan

Urusan sportivitas juga menjadi perhatian utama. Seluruh perangkat pertandingan dan wasit diminta menjaga netralitas serta menjalankan tugas secara profesional.

Bahkan, setiap Technical Delegate (TD) diwajibkan menandatangani pakta integritas. Artinya, nggak boleh ada permainan di balik pertandingan. Semua harus berjalan sesuai aturan.

3. Cabor Rawan Dapat Pengawasan Ekstra

Panitia juga memetakan sejumlah cabang olahraga yang berpotensi memicu gesekan, terutama olahraga permainan seperti sepak bola, bola basket, dan bola voli, serta cabang bela diri yang memiliki kontak fisik tinggi.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, koordinasi pengamanan melibatkan Satpol PP. Panitia juga meminta dukungan pengamanan dari Polresta Bandar Lampung.

4. Tim Medis dan Ambulans Wajib Standby!

Nah, urusan keselamatan atlet juga nggak boleh dianggap sepele.

Panitia menerapkan standar kesiagaan medis secara ketat. Setiap pertandingan dilarang dimulai apabila tim medis dan unit ambulans belum berada di lokasi minimal 30 menit sebelum laga dimulai.

Selain itu, panitia sudah melakukan pendataan rumah sakit terdekat dari masing-masing venue sebagai langkah antisipasi jika terjadi kondisi darurat.

“Kami tidak ingin ada celah untuk atlet siluman atau kecurangan sekecil apa pun. Screening ulang yang ketat dan penandatanganan pakta integritas bagi setiap Technical Delegate adalah harga mati untuk menjaga marwah dan sportivitas Porprov X Lampung 2026,” ucap Mister Emik, sapaan akrabnya.

Dengan empat langkah tersebut, panitia ingin memastikan Porprov X Lampung 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi juga menjadi panggung kompetisi yang profesional, aman, dan menjunjung tinggi sportivitas.

Intinya, bertanding boleh ngotot, mengejar medali boleh habis-habisan, tetapi fair play tetap nomor satu! ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *