Jembatan Merah Putih Solusi Atasi Pelajar Lampung Timur Sekolah Gunakan Rakit

Berita Utama462 views

Cyberindonesia.net – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memastikan pembangunan Jembatan Merah Putih di Lampung Timur melalui dukungan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Langkah tersebut sebagai solusi akses pendidikan, lantaran kondisi puluhan anak sekolah yang hingga kini masih menyeberangi sungai menggunakan rakit.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung M. Taufiqullah menyatakan bahwa pembangunan jembatan darurat tersebut dikoordinasikan bersama Panglima Kodam XXI/Radin Inten Mayjen Kristomei Sianturi sebagai bagian dari penanganan cepat.

Menurut Taufiqullah, keterlibatan TNI diperlukan karena kondisi lokasi yang berisiko tinggi dan membutuhkan penanganan lapangan yang cepat dan terukur.

“Alhamdulillah, saat ini sudah diprioritaskan lewat jembatan merah putih. Pak Gub (Rahmat Mirzani Djausal) langsung yang meminta ke Pangdam,” ujarnya.

Taufiqullah menjelaskan bahwa pembangunan jembatan permanen di lokasi tersebut sebenarnya membutuhkan anggaran besar dan tidak bisa dilakukan secara parsial. Total biaya yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp70 miliar, agar jembatan benar-benar memenuhi standar keselamatan.

Pemerintah Kabupaten Lampung Timur telah menghitung kebutuhan anggaran tersebut. Namun keterbatasan fiskal daerah membuat proyek ini tidak mampu ditangani secara mandiri.

“Anggaran Rp70 miliar itu dibutuhkan untuk menyambung akses pendidikan bagi sekitar 90 pelajar di sana,” tutur Taufiqullah.

Kondisi tersebut menggugah hati Gubernur Lampung untuk mengambil alih koordinasi dan melibatkan pemerintah pusat.

Sejak Gubernur Lampung awal menjabat, lanjut Taufiqullah, Pemprov Lampung telah mengirimkan surat kepada pemerintah pusat agar penanganan jembatan dapat dibantu.  Menindaklanjuti hal itu, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) melakukan survei teknis di lokasi.

Hasil survei menyimpulkan jembatan tidak memungkinkan diperbaiki sebagian. Risiko longsor dan faktor keselamatan membuat opsi rehabilitasi dinilai tidak layak, sehingga solusi yang direkomendasikan adalah pembangunan ulang dari awal.

“Berbagai upaya sudah dilakukan Pak Gub sejak ia menjabat. Alhamdulillah, jembatan merah putih ini akan jadi solusi. Semester pertama 2026 ini selesai,” katanya menjelaskan.

Taufiqullahpun meminta masyarakat untuk sedikit bersabar menanti proses pembangunan yang sedang berjalan.

“Ini sudah menjadi prioritas utama. Kami mohon masyarakat bersabar karena ada proses birokrasi yang harus dilalui,” tuturnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *