Lampung Perkuat Hilirisasi dan Perluasan Pasar Produksi Petani

Berita Utama293 views

Cyberindonesia.net – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa sektor pertanian tetap menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Peningkatan pendapatan petani kini berdampak langsung pada penguatan daya beli masyarakat perdesaan serta mengakselerasi agenda hilirisasi produk pertanian ke pasar internasional.

​Hal tersebut disampaikan gubernur usai menghadiri gelaran Pesta Rakyat Petani dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional Tahun 2026 di Kawasan Gruput Pringsewu, Kecamatan Gading Rejo, Minggu, 25 Oktober 2026.

​Gubernur memaparkan bahwa mayoritas masyarakat Lampung menggantungkan hidup pada sektor pertanian, khususnya pada tiga komoditas pokok.

​”Di Provinsi Lampung ada tiga komoditas utama yang banyak sekali petaninya: padi, jagung, dan singkong. Hampir 60% masyarakat Lampung bergantung dengan tiga komoditas itu,” tuturnya.

​Keberpihakan pemerintah dalam memastikan ketersediaan pupuk terjangkau serta perbaikan harga jual hasil panen memberikan dampak positif bagi para petani di lapangan.

​”Semenjak Pak Prabowo menjadi presiden, harga pupuk murah dan harga komoditas itu naik semua; padi naik, jagung naik, singkong naik. Petani-petani di sini alhamdulillah pendapatannya jadi sangat luar biasa,” jelasnya.

​Gubernur menambahkan, tren kenaikan pendapatan petani tersebut secara konkret terkonfirmasi melalui meningkatnya sejumlah indikator konsumsi di kabupaten-kabupaten berbasis pertanian, mulai dari kendaraan niaga hingga material bangunan.

​”Imbasnya salah satunya adalah daya konsumtifitas, ya. Kami melihat indikator-indikator konsumsi dari Provinsi Lampung, yang pertama itu pembelian mobil. Pembelian mobil di kabupaten-kabupaten pertanian ini meningkat hampir 40% lebih, terutama di mobil pertanian, mobil light truck, truck dan van. Yang kedua juga penjualan dari Semen Indonesia melaporkan kepada kami, penjualan semen retail di kabupaten-kabupaten juga meningkat hampir 20% di tahun ini,” ucap gubernur.

​Kondisi tersebut turut mendorong performa makroekonomi daerah, dimana Lampung kini menempati peringkat kedua pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Sumatera.

​”Banyak sekali indikator-indikator konsumtifitas yang tinggi dan tumbuhnya itu di kabupaten terutama di kabupaten yang (mengandalkan) pertanian. Terima kasih kepada Pak Prabowo, terima kasih kepada Mentan atas perhatiannya kepada petani dan dan karena kebijakan-kebijakan itu ya hari ini Lampung menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi nomor dua tertinggi se-Sumatera. Ini semua karena kebijakan pertanian, terima kasih,” tuturnya.

​Menjawab tantangan ke depan, Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen mengawal transformasi sektor agraris melalui program hilirisasi di tingkat desa agar komoditas lokal memiliki daya saing global.

​”Ke depan juga kita akan terus mendorong pertumbuhannya selain dari pertanian juga menghilirisasi produk-produk hasil pertanian,” kata gubernur.

​Sebagai wujud nyata hilirisasi, Kabupaten Pringsewu siap mencatatkan ekspor perdana tepung mocaf olahan petani lokal ke pasar Amerika Serikat pada bulan mendatang.

​”Contoh seperti kalau tahun kemarin kita baru buat jualan singkong mentah, tapi sekarang dari desa-desa sudah mengolah menjadi mocaf. Jadi turunan singkong dijadikan tepung oleh petani, oleh oleh masyarakat-masyarakat di desa, dan ini diekspor,” ujarnya.

“Bulan depan Bupati Pringsewu sudah mengawali pengeksporannya ke Amerika. Ini semua, teman-teman, terjadi karena kebijakannya Presiden yang tepat menaikkan harga komoditas, menjaga hingga petani-petani kita semangat untuk melakukan hilirisasi. Terima kasih,” kata gubernur melanjutkan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *