Cyberindonesia.net – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung mulai bersiap menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri I Tahap II di Manado, Suawesi Utara..
KONI Lampung menggelar tes fisik atlet bagi Bumi Ruwa Jurai untuk tujuh cabang olahraga (cabor) pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Untuk diketahui, PON Bela Diri Manado mempertandingkan delapan cabor. Lampung hanya mengikuti tujuh cabor karena belum memiliki kepengurusan Yongmoodo. Ketujuh cabor tersebut adalah Tinju, Anggar, Hapkido, Kickboxing, Muaythai, Kurash, dan Bela Diri Campuran atau Mixed Martial Arts (MMA).
Hal sama terjadi pada PON Bela Diri Tahap I di Kudus, Jawa Tengah, Oktober 2025 lalu. Lampung tak memiliki kepengurusan Ju-Jitsu sehingga hanya mengikuti sembilan bankr. Masing-masing Karate, Tarung Derajat, Ju-Jitsu, Pencak Silat, Taekwondo, Gulat, Judo, Sambo, Wushu, dan Shorinji Kempo.
Pada Tahap I, hasil tes fisik atlet membawa Lampung mantap di posisi 10 klasemen akhir. Bumi Ruwa Jurai mengoleksi 5 Emas, 5 Perak, dan 10 Perunggu.
Kali ini, tes fisik atlet untum PON Bela Diri Tahap II berlangsung di KONI Lampung selama dua hari. Hari pertama diikuti oleh empat cabor, yakni Tinju, Anggar, Hapkido dan Kickboxing. Hari kedua giliran Muaythai, Kurash, dan MMA.
Ketua Pelaksana Tes Fisik, Yopi Hutomo Bhakti mengatakan bahwa tes tersebut menjadi bagian penting dari proses seleksi untuk menentukan atlet yang dinilai layak memperkuat kontingen Lampung di PON Bela Diri Manado.
Menurut Yopi, hasil sementara menunjukkan adanya peningkatan kondisi fisik atlet dibandingkan persiapan menuju PON Bela Diri sebelumnya.
“Alhamdulillah, dari beberapa pos tes atau indikator kebugaran yang kita ambil, secara kualitas fisik memang lebih baik dibandingkan PON Bela Diri sebelumnya. Dari beberapa indikator, mengalami peningkatan yang sangat signifikan,” ujarnya.
Yopi menjelaskan, seluruh hasil tes akan dikonversi dan diolah untuk mendapatkan nilai akhir masing-masing atlet. KONI Lampung menetapkan nilai minimal 80 sebagai standar utama dalam proses seleksi.
“Untuk standar, kita harus ada di angka 80. Jadi, yang kemungkinan nanti diberangkatkan ke PON Bela Diri harus memiliki standar nilai 80. Nanti datanya kita interpretasi dan olah,” tuturnya.
Selain kondisi fisik, KONI Lampung juga akan mempertimbangkan sejumlah indikator lain. Seperti riwayat cedera, kondisi kesehatan, pengalaman, serta rekam jejak prestasi atlet di kejuaraan nasional maupun PON.
Meski demikian, Yopi menegaskan kondisi fisik menjadi faktor dominan dalam menentukan kelayakan atlet. Hasil tes nantinya juga menjadi bahan evaluasi bagi setiap cabor dalam menyusun program latihan lanjutan.
“Hasilnya nanti kita serahkan kembali kepada cabang olahraga agar mereka mengetahui sejauh mana kondisi atletnya untuk mempersiapkan diri menghadapi PON Bela Diri,” ucap Yopi.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum II KONI Lampung Riagus Ria mengatakan, proses seleksi dilakukan secara ketat agar atlet yang diberangkatkan benar-benar memiliki kesiapan fisik dan kualitas bertanding di level nasional.
“Kita ingin lebih selektif dalam mempersiapkan atlet menuju PON Bela Diri Manado. Yang betul-betul level fisiknya sudah level nasional, itulah yang nanti akan kita kirim,” katanya.
Riagus menegaskan KONI Lampung tidak menetapkan kuota jumlah atlet dari masing-masing cabor. Penentuan atlet sepenuhnya akan mengacu pada hasil tes serta proyeksi peluang prestasi.
“Kita lihat hasilnya saja, tidak menentukan kuota. Kita lihat hasil tes fisiknya, kemudian proyeksi dari cabang olahraga mana yang betul-betul bisa kita andalkan untuk meraih prestasi yang baik di Manado,” ujarnya.
Riagus menambahkan, atlet yang tidak memenuhi standar akan tersisih dari proses seleksi. Sebaliknya, atlet yang dinyatakan lolos diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi prestasi Lampung.
KONI Lampung juga telah memasang target bagi cabor. Minimal mampu menyumbangkan satu medali emas.
“Minimal harus satu medali. Kalau tidak ada target, untuk apa kita melakukan tes ini. Cabang-cabang olahraga yang kita berangkatkan tentu harus memiliki target,” ucapnya tegas.***

