Petanque Target Tiga Medali PON 2028, Taufik Hidayat Intruksikan FOPI Lampung Konsolidasi Internal

Olahraga171 views

Cyberindonesia.net – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung meminta Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Lampung segera melakukan konsolidasi internal.

Langkah ini dinilai krusial guna memperluas kepengurusan di tingkat daerah serta mematangkan persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

​Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat menyampaikan bahwa potensi cabang olahraga (cabor) Petanque sebenarnya sudah terlihat. Yakni lewat prestasi di tingkat kompetisi Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas). Namun, KONI menyoroti masih minimnya kompetisi berjenjang serta kepengurusan yang belum merata di tingkat kabupaten/kota.

​”Kami mengimbau untuk segera aktif membangun prestasi atlet-atletnya. Kita harapkan olahraga Petanque ini disosialisasikan dan diaktifkan di tingkat kabupaten. Dengan begitu, atlet yang ada bisa kita inventarisir untuk melengkapi kekuatan kita ke depan,” ujar Taufik pada Selasa, 19 Mei 2026.

​Terkait peluang Petanque untuk dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Taufik menjelaskan bahwa adanya regulasi ketat yang harus dipenuhi. Sesuai kesepakatan, sebuah cabor minimal harus memiliki kepengurusan yang sah dan terverifikasi di 8 kabupaten/kota.

​”Hasil verifikasi kemarin, FOPI baru resmi ada di Kota Bandar Lampung dan Lampung Selatan. Di kabupaten lain belum terverifikasi dan datanya belum masuk ke KONI setempat. Ini mungkin karena masalah organisasi. Kami minta Pengprov FOPI segera konsolidasi internal untuk mengaktifkan kepengurusan daerah. Kalaupun nanti diajukan sebagai ekshibisi di Porprov, peluang itu mungkin saja, tetapi dahului dengan konsolidasi tersebut,” kata Taufik tegas.

​Merespons arahan tersebut, Kepala Bidang Organisasi FOPI Lampung, Rizky Yuliandra menyatakan kesiapannya untuk segera berkoordinasi dengan jajaran pengurus di daerah.

Selama ini, menurut Rizky, roda pembinaan FOPI Lampung tetap berjalan dinamis, meski saat ini masih berpusat di lingkungan kampus atau mahasiswa.

​”Pengembangan terus berjalan. Kemarin di tingkat nasional (Komnas), kita berhasil menyabet medali Perunggu untuk nomor Double Mix. Pelatih-pelatih berlisensi juga sudah kami tempatkan di masing-masing kampus,” kata Rizky.

​Saat ini, FOPI Lampung didukung oleh sumber daya yang cukup mumpuni, termasuk 3 wasit tingkat nasional dan 5 wasit tingkat provinsi.

Pada sektor atlet, tercatat ada 132 atlet putra dan putri yang tersebar di empat kampus besar. Yakni Universitas Lampung (Unila), Institut Teknologi Sumatera (Itera), Universitas Teknokrat Indonesia (UTI), dan Universitas Aisyah Pringsewu (UAP). Para atlet ini sebenarnya berasal dari berbagai kabupaten/kota di Bumi Ruwa Jurai.

​Menatap peta persaingan ke depan, Rizky mengungkapkan bahwa ada 13 nomor yang akan dipertandingkan. FOPI Lampung secara realistis membidik target tiga medali pada PON 2028.

​”Target kita ada tiga medali, terutama mengandalkan nomor Triple dan Double Mix. Sesuai arahan Ketua Umum KONI, agenda terdekat kami adalah fokus berkoordinasi dan konsolidasi ke daerah-daerah agar petanque bisa ikut ambil bagian, minimal di nomor ekshibisi pada Porprov mendatang,” ucapnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *