KONI Lampung Survei Venue PON 2032 di Lamsel

Olahraga163 views

Cyberindonesia.net – Satuan tugas (Satgas) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung, Rabu, 8 April 2026,  menyurvei sejumlah venue di Kabupaten Lampung Selaran (Lamsel) dalam menyosong Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII 2032.

Satgas terdiri dari enam personel. Yakni Yopi Hutomo Bhakti, Ardian Cahyadi, Imam Safei, Ferry Susanto, Adi Susanto, serta didampingi perwakilan pengurus provinsi (pengprov) cabang olahraga (cabor) terkait.

Mereka meninjau sejumlah titik strategis. Berawal ke lokasi Paralayang Batu Alif, Kalianda. Tim disambut oleh pengelola venue bersama perwakilan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Lampung.

Dalam kunjungan tersebut, dibahas peluang pengembangan kawasan menjadi venue bertaraf nasional, sekaligus destinasi sport tourism. Pengelola dan pemilik lahan menyatakan kesiapan untuk mendukung pengembangan sesuai standar PON.

Selanjutnya, tim meninjau kesiapan akomodasi di sekitar venue dengan mengunjungi Kedas Resort. Dari hasil diskusi, diketahui terdapat sekitar 10 penginapan di sekitar lokasi dengan kapasitas kamar yang cukup memadai, serta akses yang terus ditingkatkan melalui pembangunan infrastruktur jalan.

Dalam rangka memastikan dukungan layanan kesehatan, tim juga mengunjungi Puskesmas Rawat Inap Bakauheni dan disambut langsung oleh Kepala UPT. Kunjungan ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi KONI Lampung terhadap kontribusi tenaga kesehatan dalam pembinaan olahraga daerah.

Kunjungan berlanjut ke KONI Lampung Selatan (Lamsel). Rombongan disambut Ketua Umum KONI Lamsel Zulhaidir dan jajaran, serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Yespi Cory.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah menyatakan dukungan penuh terhadap Lampung sebagai tuan rumah PON XXIII/2032 serta mengusulkan penambahan cabor, termasuk atletik.

Peninjauan venue juga dilakukan di Stadion Raden Intan dan Stadion Jati. Kedua lokasi dinilai memiliki potensi besar. Meski demikian, terdapat beberapa catatan seperti perlunya perbaikan lintasan tartan di Stadion Jati serta optimalisasi area pendukung untuk latihan dan pemanasan atlet.

Sementara itu, GOR Way Handak dinilai memenuhi standar untuk pertandingan nasional dengan fasilitas ruang pendukung yang cukup lengkap, meskipun diperlukan perbaikan pada beberapa titik atap.

Untuk cabor pantai, tim meninjau Grand Elty Krakatoa dan Rio by The Beach. Hasilnya, Rio by The Beach dinilai lebih memenuhi standar sebagai venue Voli Pantai dan Beach Handball, meskipun akses jalan masih perlu peningkatan.

Untuk diketahui, Lampung dan Banten menjadi calon tunggal PON 2032 hingga batas waktu penutupan pendaftaran dan penjaringan pada 1 April 2026. Sementara, Sumatera Barat dan Bengkulu yang juga berminat menjadi tuan tumah bersama urung mendaftar.

Begitu pula dengan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Itu setelah DIY menarik diri dari kerjasama tuan rumah. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *