KONI Lampung Petakan Kekuatan 7 Cabor Jelang PON Bela Diri 2026

Olahraga197 views

Cyberindonesia.net – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung bersiap menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri I Tahap II di Gelanggang Wolter Robert Monginsidi (Sario) Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, pada Juli hingga Agustus 2026 mendatang.

Kali ini, persiapan berbeda dari PON Bela Diri I Tahap I di Kudus, Jawa Tengah. Tim Binpres dan Diktar KONI Lampung akan melakukan test fisik dan teknik kepada atlet dari tujuh cabang olahraga (cabor) yang akan diikuti Bumi Ruwa Jurai. Ketujuh cabor tersebut adalah Anggar, IBC MMA (Bela Diri Campuran), Hapkido  Muaythai, Kurash, Kick Boxing, dan Tinju.

Wakil Ketua Umum II KONI Lampung Riagus Ria menyampaikan bahwa test memetakan kekuatan cabor dilakukan pasca Idul Fitri 1447 Hijriah.

“Teman-teman dari Binpres sudah menyusun perencanaannya. Dan semoga bisa segera digelas pasca lebaran nanti. Secara teknis mungkin bisa langsung dengan teman-teman Binpres dan Diktar,” ucap Riagus mewakili Ketua Umum KONI Lampung Taufik Hidayat.

Terpisah, Yopi Hutomo Bhakti mewakili tim Binpres memberikan gambaran beberapa kisi-kisi terkait test fisik tersebut.

“Ya benar, bahwa kami sudah sampaikan juga ke teman-teman cabor bahwa akan diadakan test fisik di akhir Maret atau awal April 2026. Instrumen yang akan kami sampaikan saat test fisik, segera diinfokan kepada teman-teman pengurus cabor selama bulan Ramadan ini,” kata Yopi.

Kali ini, lanjut Yopi, ada hal yang baru untuk diikuti para atlet dalam test fisik. Yakni lebih detail dan mengarah pada keperluan cabor masing-masing.

“Kami akan fokus pada test fisik dan teknik. Dan yang akan kami lakukan juga ada test secara parsial. Artinya, kami akan melakukan test sesuai dengan kebutuhan atlet itu sendiri,” ujarnya.

Yopi memastikan test kemungkinan jauh lebih rumit. Sebab, pihaknya harus mengikuti kepentingan cabor.

“Test tidak semuanya sama antara satu cabor dengan cabor lainnya, dan ini akan sangat membantu pelatih dan atlet untuk menemukan potensi dan kelemahan mereka,” tutur Yopi.

Ia mencontohkan cabor Anggar. Mungkin memerlukan masukan bagaimana meningkatkan kecepatan, di mana seorang atlet bisa melakukan tusukan atau serangan secara masksimal, berapa tusukan per menit dan sebagainya.

“Intinya, ini akan kami coba terapkan untuk membantu para atlet dan pelatih menemukan apa yang mereka cari. Outputnya adalah berupa profil, yaitu berupa skor-skor terkait fisik, teknik, kesehatan dan mental atlet peserta test. Data itu nantinya bisa dipergunakan oleh para pelatih untuk meningkatkan proses latihan lanjutan dan fokus pada mempertajam di sektor apa, misalnya begitu,” tutur Yopi lagi

Yopi menegaskan bahwa test kali ini dilakukan lebih ketat secara sport science, dengan berbagai penilaian hingga pada teknik dasar. Tujuannya untuk membantu cabang olahraga meningkatkan kualitas atletnya, baik fisik, teknik, mental dan kesehatannya.

“Kenapa harus menyentuh teknik dasar yang juga masuk dalam pendataan? karena ada kemungkinan dari dasarnya ada kekeliruan yang dicerna oleh atlet. Dan semoga test itu bisa membantu cabor meningkatkan kualitas dan prestasinya,” kata Yopi.

Untuk diketahui, Provinsi Lampung mantap berada di 10 besar pada PON Bela Diri I di Kudus, Jawa Tengah, Oktober 2025 lalu. Bumi Ruwa Jurai mengoleksi 5 Emas, 5 Perak, dan 10 Perunggu.

Lampung mengikuti 9 cabor dari 10 olahraga yang dipertandingkan di PON Bela Diri Kudus.

“Lampung minus Ju-jitsu. Kita absen karena tidak ada atletnya,” ujar Riagus Ria, saat itu.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *