Cyberindonesia.net – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung dan Banten terus mengikuti tahapan menjadi tuan rumah bersama Pekan Olahtaga Nasional (PON) XXXIII Tahun 2032. Yakni menyerahkan surat dukungan dari pemerintah daerah dari kedua provinsi.
Untuk diketahui, tahapan menjadi tuan tumah adalah bukti dukungan dari KONI provinsi lainnya. Saat ini, KONI Lamlung dan Banten telah menyepakati berbaga tugas penggalangan dukungan. Lampung telah bergerak menggalang dukungan dari seluruh provinsi di Pulau Sumatera sejak akhir tahun lalu, dengan dukungan perdana diperoleh dari Provinsi Aceh pada Senin, 24 November 2025.
Tahapan berikutnya berupa membayar uang pendaftaran sebesar Rp7 miliar. Lamoung dan Banten masimg-masing membayar Rp3,5 miliar.
Kini tiba untuk memenuhi persyaratan berikutnya. Yakni menyerahkan beberapa surat dukungan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, baik dari Gubernur Lampung maupun dari DPRD Provinsi Lampung.
Wakil Ketua Umum II KONI Lampung Riagus Ria kepada media ini sebelum berangkat ke Jakarta untuk penyerahan dokumen surat dukungan tersebut mengatakan bahwa KONI Pusat menjadwalkan bertemu dengan KONI Lampung dan Banten pada Rabu ,10 Maret 2026.
“Hari ini, Pak Ketum KONI Lampung akan berangkat ke Jakarta untuk keperluan tahapan itu. Kami yang mendampingi beserta pengurus lainnya dari Organisasi dan Binpres. Selain itu, nantinya juga ada dari Dispora, Bappeda. Besok jam 11.00 WIB kami diterima di KONI Pusat bersamaan dengan tandem kita, KONI Banten,” kata Riagus.
Selain surat menyurat sebagai berkas dukungan tersebut, Lampung dan Banten akan menyerahkan uang jaminan Rp7 miliar dibagi dua, sehingga Lampung menyiapkan Rp.3,5 miliar.
Riagus mengakui ada beberapa provinsi lainnya yang dimungkinkan untuk maju mendaftar sebagai tuan rumah PON 2032. Seperti Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Jawa Tengah, serta Sumatera Barat dan Bengkulu sebagai tuan rumah bersama.
Namun dengan keseriusan Lampung dan Banten saat ini, Riagus berharap tidak ada calon lain yang maju untuk calon tuan rumah PON 2032.
“Yaa kita berharap tidak ada yang lain. Apalagi waktunya ini kan dipercepat oleh KONI Pusat. Tadinya 1 Mei, sekarang hanya sampai 1 April 2026. Sehingga Lampung dan Banten sebagai kandidat yang serius maju akan tetap berpeluang besar untuk menjadi tuan rumah,” tutur Riagus.
Setelah tahapan ini masih ada tahapan lain yang terus berjalan. Seperti verifikasi venue cabor yang dilakukan tim dari KONI Pusat ke Lampung dan Banten pada Juni 2026.
“Kita mengajukan 26 cabang olahraga, dan dalam verifikasi itu nanti akan kita tunjukkan kesiapan venue dan sebagainya. Kemudian, tahapan berikut ada rencana rapat bersama KONI Banten untuk membahas masalah logo, tagline dan maskot serta hal lain yang dipaerlukan bersama, dan kemungkinan bulan Agustus 2026 akan ada Rakornas Khusus PON 2032 di Jakarta,” ucap Riagus.
Dalam Rakornas itu, lanjut Riagus, Lampung menyiapkan presentasi berbagai kesiapan dan keperluan lainnya yang siap disampaikan kepada KONI Pusat maupun KONI seluruh Indonesia.***

