Kiyai Mirza Dorong Pembangunan Karakter dan Kualitas Akhlak Generasi Muda Lampung

Pendidikan113 views

Cyberindonesia.net – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa kualitas generasi muda yang berakhlak dan berilmu akan menjadi faktor penentu kemajuan daerah di masa depan.

Hal tersebut disampaikan Kiyaoli Mirza, sapaan akrab Gubernur Lampung, dalam kegiatan iktikaf bersama dan pesantren kilat bagi siswa SMA/SMK se-Kota Bandar Lampung yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Lampung di Islamic Center Bandar Lampung, Sabtu, 14 Maret 2026.

Dalam sambutannya, Kiyai Mirza mengapresiasi inisiatif Baznas Provinsi Lampung yang tidak hanya menghadirkan program bantuan sosial dan ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga aktif memperkuat pembinaan karakter generasi muda melalui kegiatan keagamaan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Baznas Provinsi Lampung yang terus menghadirkan program-program yang tidak hanya membantu masyarakat secara ekonomi, tetapi juga memperkuat pembangunan karakter generasi muda,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa masa depan suatu daerah sangat ditentukan oleh kondisi pemudanya. Jika generasi muda memiliki akhlak yang baik, rajin belajar, dan memiliki adab yang kuat, maka masa depan daerah akan cerah.

Sebaliknya, jika generasi mudanya jauh dari nilai-nilai agama dan pendidikan, maka kemajuan daerah akan terhambat.

Menurut Kiyai Mirza, pembangunan tidak hanya bertumpu pada kekuatan ekonomi, pertanian, maupun pertahanan, tetapi juga pada kekuatan moral dan spiritual masyarakatnya.

“Rasulullah SAW mengajarkan bahwa ketika agama masyarakatnya baik, maka aspek kehidupan lainnya juga akan ikut baik, baik ekonomi, sosial, maupun kehidupan berbangsa,” ujarnya.

Gubernur Lampung juga mengingatkan para siswa agar tidak hanya fokus pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga menjadikan agama sebagai fondasi dalam menjalani kehidupan.

Ia menilai perkembangan teknologi dan media sosial saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda sehingga diperlukan penguatan nilai agama sebagai benteng moral.

“Pemuda perlu belajar sains, IT, sosial, kedokteran, dan berbagai bidang lainnya. Namun jika tidak memiliki pondasi agama yang kuat, belum tentu ilmu itu membawa kebaikan. Sebaliknya, jika agamanya baik, apa pun profesinya kelak akan menjadi kebaikan bagi dirinya dan masyarakat,” katanya tegas.

Gubernur Lampung juga menyampaikan bahwa saat ini terdapat ratusan ribu pelajar tingkat SMA di Provinsi Lampung yang dalam beberapa tahun ke depan akan memasuki usia produktif.

Karena itu, Ia mengtakan bahwa pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat perlu menyiapkan generasi tersebut agar menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.

Melalui kegiatan pesantren kilat ini, Gubernur Mirza berharap para siswa dapat memperkuat iman, memperdalam pemahaman agama, serta membangun karakter yang baik.

“Pesantren kilat bukan sekadar kegiatan Ramadan, tetapi menjadi ruang bagi adik-adik untuk memperkuat iman, memperbaiki akhlak, dan membangun karakter yang kuat,” ujar Kiyai Mirza.

Gubernur Lampung juga berpesan kepada para siswa untuk terus belajar, menggunakan teknologi secara bijak, serta menjadi generasi yang peduli terhadap sesama dan membanggakan orang tua, guru, serta daerah Lampung.

“Saya berharap dari ruangan ini akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan Lampung, gubernur, akademisi, pengusaha, ulama, dan tokoh-tokoh hebat yang akan membangun Provinsi Lampung ke depan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Lampung Iskandar Zulkarnain mengatakan kegiatan iktikaf dan pesantren kilat ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus upaya Baznas dalam membina generasi muda agar lebih dekat dengan nilai-nilai agama.

Menurutnya, melalui kegiatan ini para siswa tidak hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga mempelajari adab dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari adab di masjid hingga adab dalam kehidupan sosial.

Pada kesempatan tersebut, Baznas Provinsi Lampung juga menyalurkan santunan kepada sekitar 100 siswa sebagai bentuk kepedulian terhadap pelajar yang membutuhkan.

Selain itu, Baznas juga mendorong penguatan Gerakan Infak Pendidikan yang melibatkan pelajar melalui organisasi Rohani Islam (Rohis) di sekolah-sekolah.

Dana yang dihimpun melalui gerakan ini nantinya akan digunakan kembali untuk membantu siswa kurang mampu di lingkungan sekolah masing-masing.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *