Panen Melon di Mesuji, Wamen Transmigrasi Dorong Jadi Pusat Ekonomi Baru

Berita Utama158 views

Cyberindonesia.net – Wakil Menteri (Wamen) Transmigrasi Viva Yoga Mauladi melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Mesuji, Jumat, 23 Januari 2026. Viva melakukan Panen Raya Melon di Smart Mesuji Nusantara atau Centra Melon, yang berlokasi di Desa Tanjung Menang Raya.

Kunjungan Wamen Transmigrasi disambut Bupati Mesuni  Hj. Elfianah. Turut mendampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Transmigrasi (PMDT) Provinsi Lampung Saipul, mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, dan Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf.

Hadir pula Wakil Bupati Mesuji M. Yugi Wicaksono, Plt. Bupati lampung Tengah I Komang Koheri, dan Gusti Ngurah Anom, owner oleh-oleh Krisna Bali, yang ingin bekerja sama dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Provinsi Lampung.

Wamen Transmigrasi tiba di Grand House Centra Melon Mesuji, pukul 16.30 WIB. Turut mendampingi Wamen, Staf Khusus Menteri Transmigrasi Phinto Tri Whardana, Direktur Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Transmigrasi Muhammad Qufal Umaternate, Sekretaris Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Rajumber Prihatin, dan Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Nirwan Ahmad Helmi.

Wamen disambut pengalungan Tapil Lampung oleh Bupati Mesuji. Selanjutnya, Wamen melakukan panen melon, sebagai upaya memperkuat swasembada pangan nasional.

Adapun jenis Melon yang di tanam memiliki dua jenis. Yaitu Melon Intanon (kuning, bulat), dan Melon Sunny (berbentuk lonjong).

Sistem penanam menerapkan teknologi modern dengan penyiraman menggunakan system drip irigation (penyiraman tetes) dan penggunaan pupuk Abemax.

Pada kesempatan itu, Wamen Transmigrasi menuturkan bahwa pemerintah mendorong produk unggulan di kawasan transmigrasi agar mampu bersaing di pasar global. Langkah ini sebagai upaya mentransformasi kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Untuk memperkuat posisi tawar petani, Kementerian Transmigrasi (Kementrans) telah menggandeng sejumlah off-taker melalui nota kesepahaman (MoU). Satu di antaranya adalah kerja sama pemasaran dengan jaringan ritel ternama, seperti Toko Krisna Bali.

“Kami menggandeng off-taker agar produk petani di kawasan transmigrasi memiliki kepastian pasar. Ini penting untuk meningkatkan pendapatan petani secara berkelanjutan,” ucap Viva Yoga.

Wamen juga menyampaikan bahwa Kabupeten Mesuji adalah bukti nyata keberhasilan program transmigrasi yang telah dirintis sejak era Presiden Soekarno hingga Presiden Prabowo Subianto. Tercatat, program ini telah melahirkan 1.567 desa definitif, 466 kecamatan, dan 116 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

“Saat ini terdapat 154 kawasan transmigrasi dengan karakteristik komoditas unggulan yang beragam. Di Mesuji, selain melon, juga berkembang pisang dan singkong,” ujarnya.

Tahun ini, Kementrans juga berkomitmen mengucurkan bantuan infrastruktur untuk Mesuji. Mulai dari renovasi fasilitas umum, penyediaan air bersih, hingga sarana penunjang produktivitas pertanian lainnya.

Sementara itu, Bupati Mesuji Hj. Elfianah mengungkapkan bahwa wilayahnya memiliki potensi besar meskipun didominasi lahan kering dan rawa gambut. Dengan luas lahan sawah mencapai 29.167 hektare, Mesuji saat ini menempati posisi ketiga sebagai penyokong ketahanan pangan di Provinsi Lampung.

Acara diteruskan dialog bersama warga transmigrasi, serta silaturahmi dan kurasi produk UMKM.

Jelang maghrib, Wamen menuju Rumah Dinas Bupati Mesuji dan kembali melakukan ramah tamah serta makan malam bersama Bupati Mesuji. Laku, wamen bertolak kembali ke Jakarta.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *