Cyberindonesia.net – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memberikan penjelasan terkait meningkatnya antrean di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dalam beberapa hari terakhir di Bumi Ruwa Jurai.
Pemerintah memastikan stok dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) terjaga hingga Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Penjelasan tersebut disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung Mulyadi Irsan, didampingi perwakilan Pertamina Patra Niaga, Andi Rizal, di lobi Kantor Gubernur Provinsi Lampung, Teluk Betung, Kota Bandar Lampung, Selasa, 9 Desember 2025. Tutur hadir kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dibidang terkait.
Mulyadi Irsan menyampaikan bahwa ketersediaan BBM dan LPG di Lampung secara umum dalam kondisi terjaga. Realisasi penyaluran hingga November menunjukkan kuota tahunan masih mencukupi untuk kebutuhan sampai akhir Desember. Termasuk untuk menghadapi potensi peningkatan konsumsi saat libur Nataru.
Ia menjelaskan bahwa satu di antara faktor yang menimbulkan antrean adalah perbedaan posisi kuota antar-SPBU. Pemprov Lampung meminta Pertamina memberikan fleksibilitas penyesuaian kuota, agar suplai tetap berjalan meskipun ada SPBU yang mengalami lonjakan permintaan.
Pemprov Lamoung juga memastikan pengawasan distribusi akan diperkuat melalui dukungan aparat dan koordinasi bersama seluruh pengelola SPBU, sehingga penyaluran BBM dan LPG berjalan tertib serta tepat sasaran.
Sementara Andi Rizal menyampaikan bahwa Pertamina telah menyiapkan tambahan suplai, termasuk untuk produk diesel nonsubsidi, yang akan mulai dikirim pada 11 Desember untuk mengurai antrean. Ia memastikan distribusi akan merata di seluruh wilayah, baik dalam kota maupun luar kota.
Pemprov Lampung menegaskan komitmennya menjaga kelancaran distribusi energi bagi masyarakat dan memastikan seluruh kebutuhan BBM dan LPG selama masa Nataru dapat terpenuhi dengan baik.***

