Cyberindonesia.net – Pemerintah berkomitmen memperkuat hilirisasi singkong. Pemerintah berencana membangun pabrik tapioka Badan Usana Milik Negara (BUMN) di Provinsi Lampung dengan alokasi anggaran sebesar Rp200 miliar.
Rencana pembangunan pabrik tapioka BUMN di Bumi Ruwa Jurai tersebut terungkap dalam pertemuan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dengan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Jakarta, 9 September 2025.
Turut mendampingi Gubernur Lampung, empat kepala daerah. Yakni, Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis, Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, dan Bupati Mesuji Elfianah.
Dalam pertemuan, Gubernur Lampung menyampaikan kepada Mentan Amran bahwa Lampung merupakan sentra singkong nasional. Bumi Ruwa Jurai berkontribusi hampir 70 persen produksi singkong Indonesia. Adapun potensi ekonomi singkong di Lampung sangat besar. Total Produk Domestik Bruto (PDB) dari sektor singkong hingga turunannya mencapai hampir Rp50 triliun.
Sekira satu juta keluarga di Lampung menggantungkan hidup dari singkong, dengan lahan tanaman yang lebih luas dibandingkan padi dan jagung.
Mentan Amran menyambut baik laporan tersebut. Ia menegaskan komitmen pemerintah dalam mencari solusi jangka pendek maupun panjang. Dan Mentan berjanji akan mrlakukan koordinasi lanjutan dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada pekan depan.
Pertemuan menghasilkan tiga poin penting. Pertama, penerapan harga singkong nasional Rp1.350 per kilogram diberlakukan secara seragam di seluruh Indonesia. Potongan atau rafaksi 15 persen.
Kedua, adanya persetujuan Presiden Prabowo Subianto terkait larangan dan pembatasan (Lartas). Ketiga, rencana pembangunan pabrik tapioka BUMN.
Keberadaan pabrik tapioka BUMN diharapkan menjadi tonggak penting dalam.pengembangan industri singkong nasional.
Selain itu, dengan strategi yang tepat dan komitmen terhadap keberlanjutan, industri tepung tapioka bisa menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.
Untuk diketahui, Thailand, Vietnam, Indonesia, dan Brasil, merupakan pemain utama dalam industri tepung tapioka global.
Thailand mendominasi pasar dengan pangsa 30%, Vietnam fokus pada pasar Asia dan Eropa, Indonesia mengekspor ke negara-negara Asia dan Afrika, serta Brasil yang memiliki potensi besar di masa depan.***

