Cyberindonesia.net – Tiga pegulat muda Provinsi Lampung menambah perolehan medali pada Invitasi Gulat U-12 dan U-15 tahun di Kampus B Universita Negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun Jakarta, 6-10 Februari 2026. Ketiganya adalah Daffa Dimas Syihab, Nazar Hamdallah, dan Rayyan Khalfani Farros.
Sebelumnya, ketiganya meraih dua medali Emas dan satu Perak di nomor Gulat Pantai (Pasir). Kini giliran meraih Perublnggu pada nomor Gulat Matras.
Tiga medali Perunggu itu diperoleh pegulat Daffa di kelas 48 Kg, Nazar kelas 56 Kg, dan Rayyan kelas 66 Kg.
Pelatih Gulat Lampung Rina Safitri, yang mendampingi ketiganya menyatakan bahwa penampilan anak-anak remaja Lampung pada kejuaraan nasional (Kejurnas) ini sudah cukup baik. Hanya kurang jam terbang.
“Memang dalam dua nomor berbeda, yakni Nomor Beach Wrestling atau Gulat Pasir (Pantai) dengan Gulat Matras memiliki aturan yang berbeda, sangat tajam. Namun ini merupakan pencapaian yang sangat bagus bagi mereka di tingkat nasional,” kata Rina pada Rabu, 11 Februari 2026.
Dia menuturkan bahwa persaingan di usia muda sangat berat di tingkat nasional. Tetapi yang terpenting keberadaan anak-anak ini harus terus dipantau dan diarahkan dalam pelatihan sehari-hari.
“Ini merupakan awal prestasi yang bagus bagi anak-anak kita, sehingga ada modal untuk mendidik mereka hingga usianya cukup untuk bisa bertanding di kelas- junior atau senior. Berat memang, karena memerlukan pengorbanan yang cukup besar dan konsistensi waktu yang lama,” tutur pelatih yang juga mantan atlet Gulat Lampung ini.
Dengan hasil itu, tiga pegulat yang dikirim ke Kejurnas ini semua meraih dua medali di dua nomor berbeda. Total Lampung membawa pulang dua Emas, 1 Perak, dan 4 Peringgu.
Pelatihan Wasit
Rina menambahkan bahwa dalam kesempatan Kejurnas itu juga diadakan pelatihan Wasit dan Pelatih.
“Kami mengirimkan tiga personel untuk kegiatan itu, termasuk saya juga turut dalam pelatihan wasit. Karena sebagai pelatih saya juga harus mengerti peraturan yang diberlakukan pada pertandingan,” ujar Rina.
Selain Rina, juga ikut Aldi Zohrianda dan John Billy Parasian Gultom. Harapan, anak-anak muda ini bisa menjadi sosok pengadil yang professional.
“Dalam pertandingan sangat diperlukan perangkat pertandingan yang berkualitas. Maka dari itu, kami ajak adik-adik kita untuk menimba ilmu perwasitan nasional agar memiliki kemampuan yang baik, dan bermanfaat untuk even-even di daerah kita,” ucap Rina.
Sementara Ketum Pengprov Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Lampung Maktub Djaiz berucap syukur atas keberhasilan ketiga anak asuhnya itu.
“Tentu ini merupakan kabar gembira bagi kami Pengprov PGSI, karena mereka ini adalah bibit unggul untuk masa depan. Dan kewajiban kami adalah terus mendukungnya dan menjaganya hingga menjadi atlet yang besar dan prestasi yang baik di tingkat nasional maupun internasional. Itu kewajiban Pengprov,” ucapnya.
Maktub berharap prestasi ini menjadi pemacu semangat pegulat muda lainnya. “Ini pemacu semangat bagi para pegulat seusia mereka, dan adik-adiknya. Kalau mereka bertiga bisa, yang lain juga harus berusaha bisa seperti itu atau lebih baik lagi,” ujarnya.***

