Lampung Utara, Cyber Indonesia – Anggota Komisi IV DPR RI, I Ketut Suwendra, terus memperlihatkan keseriusannya dalam memperjuangkan nasib petani di daerah pemilihan Lampung II. Melalui agenda kunjungan kerja sekaligus masa reses, politisi PDI Perjuangan ini turun langsung ke lapangan untuk menyerap aspirasi masyarakat serta mengevaluasi program bantuan aspirasi tahun 2025, sebagai bahan perbaikan program di tahun 2026 mendatang.
Dalam kunjungannya ke Kabupaten Lampung Utara, Suwendra menyambangi dua desa, yakni Desa Ibul Jaya, Kecamatan Hulu Sungai, serta Desa Ogan Jaya, Kecamatan Sungkai Utara. Kehadiran wakil rakyat tersebut disambut antusias oleh para petani dan pengurus kelompok tani yang selama ini menjadi penerima manfaat program aspirasi.
Kunjungan kerja ini difokuskan pada evaluasi berbagai bantuan yang telah disalurkan kepada kelompok tani (poktan). Beberapa poktan penerima bantuan di antaranya Poktan Usaha Tani, Poktan Mekar Tani, dan Poktan Karya Usaha. Bantuan tersebut berupa pompa air, hand sprayer, serta bibit sayuran yang sangat dibutuhkan petani untuk menunjang aktivitas pertanian.
Menurut para petani, bantuan aspirasi tersebut memberikan dampak nyata dalam meningkatkan produktivitas dan mempermudah proses bercocok tanam, terutama di tengah tantangan perubahan iklim serta keterbatasan sarana dan prasarana pertanian.
Perwakilan kelompok tani pun menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Indonesia melalui Anggota Komisi IV DPR RI, I Ketut Suwendra. Mereka mengaku sangat merasakan manfaat dari bantuan yang telah diberikan.
“Bantuan ini sangat membantu kami di lapangan. Pompa air dan alat semprot benar-benar dibutuhkan, terutama saat musim tanam,” ujar salah satu anggota poktan di Desa Ibul Jaya, Selasa (23/12/2025).
Pada kesempatan tersebut, Suwendra—sapaan akrabnya—juga menyampaikan rencana program bantuan aspirasi tahun 2026. Ia membuka peluang seluas-luasnya bagi kelompok tani, baik yang sudah maupun yang belum pernah menerima bantuan, untuk mengajukan usulan program sesuai kebutuhan di lapangan.
Meski demikian, Suwendra menegaskan bahwa setiap usulan bantuan harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan benar-benar menyentuh kebutuhan petani. Ia berharap program aspirasi ke depan bisa lebih tepat sasaran dan memberikan dampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan petani.
Selain menyalurkan bantuan, Suwendra juga membuka ruang dialog terbuka dengan masyarakat dan kelompok tani. Dalam diskusi tersebut, para petani menyampaikan keluhan serius terkait kondisi pertanian yang tengah mereka alami.
Para petani mengungkapkan bahwa tanaman jagung yang ditanam pada musim tanam kali ini terserang penyakit bule hingga menyebabkan kematian massal. Serangan penyakit tersebut hampir merata di seluruh lahan pertanian, sehingga petani mengalami kerugian besar dan dipastikan gagal panen.
Akibatnya, rencana ketahanan pangan desa tidak dapat berjalan optimal. Kondisi ini semakin memperberat beban ekonomi petani yang selama ini menggantungkan hidup dari hasil pertanian.
Melalui forum diskusi itu, masyarakat Desa Ibul Jaya dan sekitarnya berharap pemerintah segera memberikan perhatian serius. Mereka meminta adanya edukasi, pendampingan intensif, serta penelitian mendalam terkait penyakit bule yang menyerang tanaman jagung.
Para petani juga berharap pemerintah melalui instansi terkait dapat segera turun ke lapangan, melibatkan tenaga ahli pertanian, serta mengalokasikan anggaran khusus untuk mencari solusi jangka panjang agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, I Ketut Suwendra menegaskan akan menampung seluruh keluhan petani untuk disampaikan kepada pemerintah pusat dan mitra kerja Komisi IV DPR RI. Ia menekankan bahwa sektor pertanian harus mendapatkan perhatian serius karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional.

