Cyberindonesia.net – Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Jihan Nurlela memdotong penguatan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani hutan.
Hal tersebut disampaikan Wagub Lampung saat menjadi keynote speaker pada Acara Penandatanganan Kerja Sama Fasilitas Dana Bergulir (FDB) Multi Usaha Kehutanan yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Kementerian Keuangan Republik Indonesia di Kantor Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup, Gedung JB Tower Lantai 29, Jakarta Pusat, Kamis, 2 April 2026.
Pada kesempatan itu, Wagub Lampung menekankan bahwa berbagai persoalan di daerah, mulai dari degradasi lingkungan hingga kesejahteraan petani hutan, tidak dapat ditangani secara sendiri oleh pemerintah daerah.
“Dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, lembaga pembiayaan, dan sektor swasta. Tantangan perubahan iklim ini tidak bisa kita hadapi secara parsial,” ujar Jihan.
Dia menyebut bahwa Provinsi Lampung memiliki posisi strategis sebagai satu di antara sentra utama komoditas kakao dunia dan kopi di Indonesia. Sehingga penguatan rantai pasok menjadi hal penting agar produksi dan kualitas tetap terjaga.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat ekosistem rantai pasok kakao dan kopi sehingga Lampung tetap berperan besar dalam sektor tersebut,” ucap Jihan.
Pada kesempatan tersebut, Wagub Lamoung menyambut baik kerja sama antara BPDLH dengan Mars Indonesia, Barry Callebaut, dan Olam Food Ingredients. Kolaborasi ini dapat membuka peluang lebih luas bagi petani untuk mengakses pembiayaan, tidak hanya di Lampung tetapi juga di daerah lain.
Secara khusus, Pemprov Lampung juga menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT. Olam Food Indonesia yang mencakup peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan kelompok tani hutan, khususnya dalam budidaya kakao berbasis agroforestry berkelanjutan.
Kerja sama tersebut turut diarahkan pada upaya pemulihan lingkungan, penguatan inovasi dan teknologi, serta peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat.
“Kami mengapresiasi langkah para mitra dalam mendukung praktik bisnis yang bebas deforestasi dan menjunjung keadilan gender. Dengan dukungan pembiayaan dan pendampingan teknis, kami yakin petani akan semakin produktif dan sejahtera,” ujar Jihan.
Wagub Lampung berharap kolaborasi ini dapat memperkuat ekosistem pembiayaan berkelanjutan melalui integrasi data petani, peningkatan kapasitas, serta optimalisasi penyaluran dana bergulir.
Wagub Lampung juga menyoroti meningkatnya literasi keuangan di kalangan petani yang kini mulai aktif memanfaatkan akses pembiayaan.
“Kita melihat petani sudah semakin memahami pembiayaan. Ini menjadi peluang agar petani Lampung juga bisa memanfaatkan berbagai fasilitas keuangan untuk mengembangkan usahanya,” ujar Jihan.
Wagub Lampung menyampaikan bahwa Pemeprov Lampung memberikan dukungan penuh terhadap kerja sama antara BPDLH dan para mitra sebagai langkah strategis menuju pembangunan berkelanjutan.
“Dengan dukungan pembiayaan yang tepat dan pendampingan berkelanjutan, petani kita akan semakin mandiri, produktif, dan sejahtera,” tutur Jihan.
Dalam forum tersebut, Wagub Lampung juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kehutanan, atas dukungan yang telah diberikan kepada Provinsi Lampung, termasuk pembangunan pagar pembatas antara kawasan Taman Nasional Way Kambas dengan permukiman masyarakat. Diharapkan perhatian dari pemerintah pusat dan berbagai pihak dapat terus berlanjut guna memperkuat pembangunan kehutanan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Lampung.***

