BPJN Lampung Garap 43 Proyek Senilai Rp615 Miliar Tahun 2026

Berita Utama281 views

Cyberindonesia.net – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung pada tahun 2026, fokus peningkatan dan pemeliharaan infrastruktur jalan serta jembatan nasional di Provinsi Lampung. BPJN mengelola total 43 paket pekerjaan infrastruktur dengan total anggaran Rp615 miliar.

Kepala BPJN.Lampung Ali Duhari memaparkan bahwa dari jumlah tersebut, sebanyak 5 paket bersumber dari skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan sistem kontrak tahun jamak (multi-years contract) sebagai lanjutan dari program tahun sebelumnya, dengan nilai anggaran mencapai Rp112 miliar.

Sementara itu, 38 paket lainnya didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan total nilai sekitar Rp503 miliar.

Dengan dukungan anggaran tersebut, BPJN Lampung menargetkan sejumlah capaian fisik pada 2026. Untuk kegiatan preservasi jalan, panjang penanganan ditargetkan mencapai 1.249,82 kilometer.

Selain itu, direncanakan juga rekonstruksi jalan  sepanjang 15,83 kilometer, rehabilitasi mayor 7,3 kilometer, serta rehabilitasi minor 25,53 kilometer.

“Jadi, untuk ruas jalan nasional itu yang sepanjang 1.298 kilometer. Kita memiliki anggaran tahun ini kurang lebih Rp615 miliar. Yang terdiri dari APBN itu sekitar 503 miliar, kemudian SBSN sekitar 112 miliar,” ujar Ali ditemui di kantornya, Jalan Wolter Monginsidi  Teluk Betung, Kota Bandar Lampung, Senin, 2 Maret 2026.

BPJN Lampung menargetkan preservasi jembatan sepanjang 11.956 meter pada 2026. Mencakup 436 unit jembatan yang tersebar di berbagai ruas jalan nasional.

Seluruh jembatan tersebut akan menjalani pemeliharaan rutin maupun berkala. Untuk pembangunan baru, tidak ada penambahan jembatan tahun ini, kecuali penyelesaian Jembatan Way Kandis yang saat ini masih berjalan dengan skema kontrak tahun jamak (multi-years contract) dan ditargetkan rampung tahun ini.

“Kalau dari sisi jumlah anggaran, ada kenaikan jika dibandingkan dengan tahun lalu walaupun sedikit ya. Tahun lalu sekitar Rp592 miliar,” kata Ali.

Preservasi tetap menjadi prioritas utama karena jika tidak dilakukan secara konsisten, kerusakan akan menjadi beban lebih besar pada tahun-tahun berikutnya.

Penanganan dilakukan di tiga lintas utama. Yakni Lintas Barat, Lintas Timur, dan Lintas Tengah.

Meski ketiganya menjadi prioritas, tingkat kemantapan jalan yang paling rendah berada di Lintas Tengah. Sehingga alokasi anggaran untuk ruas tersebut cenderung lebih besar dibanding lintas lainnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *