Cyberindonesi.net – M. Zimi Skil pastikan mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Provinsi Lampung dengan penuh tanggung jawab pasca dilantik pada Selasa, 24 Februari 2026, pagi.
Ia menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1447 Hijriah.
Zimi menyampaikan bahwa pengendalian inflasi daerah menjadi salah satu prioritas utama Disperindag, sejalan dengan visi Lampung Maju menuju Indonesia Emas.
Menurutnya, pengawasan tidak hanya difokuskan pada aspek harga, tetapi juga kualitas dan keamanan pangan yang beredar di masyarakat. Untuk itu, Disperindag terus bersinergi dengan Satgas Pangan, aparat penegak hukum, serta tim pengawas di lapangan guna memastikan tidak ada praktik penimbunan maupun permainan harga yang merugikan konsumen.
“Disperindag bersama tim dari satgas maupun cyber secara intens sidak masalah harga dan keamanan pangan baik di pasar tradisional maupun di pasar modern,” ujarnya seusai prosesi pelantikan di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung.
Langkah tersebut, lanjut Zimi, sebagai upaya menjaga agar distribusi lancar. “Karena kita sama sama tahu di Ramadan dan Idul Fitri ini permintaan meningkat dan harus diimbangi dengan supply. Mudah-mudahan di 15 kabupaten/kota bahan pangan stoknya aman dan harga pun stabil,” tuturnya.
Zimi juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah kabupaten/kota, distributor, hingga pelaku usaha ritel modern dan tradisional. Langkah ini dilakukan untuk memastikan rantai distribusi tetap lancar, terutama di wilayah yang rawan keterlambatan pasokan.
Zimi berharap, dengan pengawasan dan intervensi yang terukur, stabilitas harga dapat terjaga dan daya beli masyarakat tetap aman selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Selain itu, pelaksanaan pasar murah di 15 kabupaten/kota juga menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Program tersebut tidak hanya bertujuan mengendalikan inflasi, tetapi juga memastikan masyarakat prasejahtera tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Kita juga akan mengadakan pasar murah di 15 kabupaten/kota dan kita juga berkolaborasi dengan dinas yang membidangi perdagangan. Jadi, pasar murah tersebut bukan hanya pengendalian inflasi tetapi juga pemenuhan kebutuhan bahan pokok bagi masyarakat terutama prasejahtera dengan adanya pemenuhan kebutuhan pokok sehingga masyarakat mendapatkan harga yang terjangkau dan juga harga di pasar dapat stabil,” kata Zimi.
Dengan langkah pengawasan yang intensif, koordinasi lintas sektor, serta pelaksanaan pasar murah di seluruh kabupaten/kota, Zimi optimistis stabilitas pasokan dan harga dapat terjaga. Ia berharap upaya tersebut mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan selama Ramadan dan merayakan Idul Fitri.***

