Cyberindonesia.net – Pengurus Provinsi (Penprov) Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Lampung telah memanfaatkan lahan Taman Kehati di kawasan Kota Baru Lampung, untuk latihan. Latihan digeber kontinu untuk mencapai target meraih lima Emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mendatang.
Namin, lahan Kehati hanya bisa untuk latihan dua dari empat nomor besar di Paramotor, yaitu Navigasi dan Ekonomik. Sementara Slalom dan Presisi, belum bisa dilakukan karena belum memenuhi syarat.
Penasehat sekaligus pelatih dan instruktur Paramotor Lampung Waras Budi Hartawan mengatakan bahwa saat ini yang diperlukan adalah bagaimana seluruh atlet mulai melakukan akselerasi program latihan dengan memanfaatkan lahan yang ada.
“Selama ini kita agak sulit menentukan tempat latihan yang cukup baik untuk teknis. Tetapi toh (latihan) tetap jalan. Makanya setelah kami diberikan wacana dan diperkenankan menggunakan lahan Kota Baru ini untuk melakukan latihan dan pendadaran, yaa kami manfaatkan,” kata Waras di Bandar Lampung, Minggu, 22 Februari 2026.
Ada beberapa nomor penting andalan Lampung yang harus terus dilatih dan secara terus menerus dilakukan langsung di lapangan. Secara teknis yang sudah bisa berlatih efektif nomor-nomor Navigasi.
“Navigasi sudah saya buat di radius enam kilometer dari Taman Kehati, dan Bisa! Satu lagi Ekonomik. Tetapi situasinya jadi tidak mendukung maksimal, karena mesin kita yang ada sekarang sudah tertinggal satu atau dua generasi,” ucap Waras.
Yang Ekonomik, secara teknis bisa. Namun harus dengan mesin yang spesifikasinya update saat ini. Yang dimiliki FASI Lampung tidak maksimal. Satu liter BBM paling bisa bertahan 20 menit. Sedangkan yang juara PON dan Kejurnas kemarin bisa 43 menit.
“Artinya, mau dibuat seperti apapun mesin kita ya… tetap nggak mampu secara teknis. Kita sudah irit sebenarnya, tetapi orang lain jauh lebih irit,” tutur Waras seraya terkekeh.
Saat ini, FASI Lampung sedang berupaya peremajaan mesin dan payung. Penjajakan dilakukan ke beberapa pihak untuk mengajukan bantuan..
“Kita perlukan untuk mesin dan payung yang juga standar. Selebihnya kita adu ketangkasan atlet. Kalua mesin dan payungnya sudah kalah, mau sehebat apapun pilotnya, ya sulit untuk bersaing. Kami lakukan beberapa upaya untuk bisa mendapatkan ini. Jika terpenuhi peremajaan mesin dan payung, target lima medali Emas di PON NTT-NTB kami sanggup,” katanya semangat.
Waras menyebutkan bahwa alat ini bisa bertahan untuk empat sampai lima tahun ke depan. Sehingga relatif lebih hemat.
Namun, jika hanya bertahan pada posisi tanpa alat standar, jangan berharap lebih banyak dari Paramotor. “Konsekuensi logis lah, peralatan itu juga faktor penting bahkan mutlak kalau di olahraga dirgantara ini,” ujarnya tegas.
Saat ini, Paramotor masih berkoordinasi terus dengan KONI Provinsi Lampung terkait lokasi yang bisa ideal dipakai, baik berlatih maupun bertanding di kawasan Taman Kehati Kota Baru.
Tambah Pilot
Pada kesempatan tersebut, Waras juga menyampaikan bahwa selama pulang dari PON XXI di Sumatera Utara-Aceh, cabor Paramotor terus secara berkala melakukan latihan di berbagai lokasi secara mandiri.
Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, Paramotor terus melakukan semacam seleksi berjalan dengan promosi dan degradasi dari beberapa nomor dan atlet yang ada saat ini.
Kecenderungan untuk terus menambah pilot atau atlet Paramotor terus meninggi dengan merekrut anak-anak muda bahkan dari SMP, SMA dan Perguruan Tinggi.
“Jadi kami secara rutin sudah melakukan beberapa kegiatan termasuk regenerasi pilot dan terus melakukan pelatihan, pembinaan prestasi mereka dengan system yang sudah kami sepakati. Latihan itu juga kami nilai kemajuan mereka, sehingga kita mulai mencatat ada berapa pilot yang berpotensi besar, standard an sebagainya,” tutur Waras.
Selain Adi Ayang Syah, Paramotor Lampung juga sudah memiliki beberapa pilot andal yang sudah turun di PON dan beberapa kejuaraan nasional seperti Wahyu Syahputra (mahasiswa Universitas Teknokrat), Radyen Banta Hasbyallah (mahasiswa Teknik Kelautan ITS), Letnan Hakim (perwira TNI AU Lanud BNY), Prada Arles Remaldo (anggota TNI AU Lanud BNY).
Kemudian, ada nama-nama yang mulai menunjukkan pergerakan positif pada kemampuannya. Seperti Rendra P (pegawai swasta), Satriyo Jaya Sakti (mahasiswa UIN Raden Intan), Bambang Setiawan (anggota Basarnas Lampung), Safiq Insani (mahasiswa Elektro Unila), Yoni Saputra (swasta), Yesya K (mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Malayahayati), dan Nuril Fatahillah (mahasiswa Kesesehatan Universitas Malahayati) serta seorang pelajar SMP, Fika.
19 Medali Emas
Pada PON XXIII 2028, perkiraan jumlah nomor yang dipertandigkan memperebutkan 19 medali Emas. Rinciannya sebagai berikut:
Nomor Putra:
A | Klasifiaksi Foot Launch
1| Nomor Presisi
2| Nomor Navigasi
3|Nomor Ekonomik
B | Klasifiaksi Whell Launch Solo
1| Nomor Presisi
2| Nomor Navigasi
3| Nomor Ekonomik
C | Klasifiaksi Whell Launch Tandem
1| Nomor Presisi
2| Nomor Navigasi
3| Nomor Ekonomik
D | Klasifiaksi Slaloom
Nomor Putri:
A | Klasifikasi Foot Launch
1| Nomor Presisi
2| Nomor Navigasi
3| Nomor Ekonomik
B | Whell Launch Solo
1| Nomor Presisi
2| Nomor Navigasi
3| Nomor Ekonomik
C | Whell Launch Tandem
1| Nomor Presisi
2| Nomor Navigasi
3| Nomor Ekonomik
Yang mungkin ditiadakan adalah whell lunch tandem putri.***

