Pertama di Indonesia, Kawasan Konservasi Kolaborasi Kembangkan Sport Ecotourism

Olahraga140 views

Cyberindonesia.net – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung aksi penanaman pohon bersama pengurus Cabang Olahraga (Cabor) se-Provinsi Lampung di Taman Kehati, kawasan Kota Baru, Selasa, 10 Februari 2026.

Aksi ini merupakan langkah nyata dalam pelestarian lingkungan sekaligus pengembangan konsep Sport Ecotourism di kawasan tersebut.

Ketua Umum KONI Lampung Taufik Hidayat menyatakan bahwa Taman Kehati Kota Baru memiliki potensi luar biasa untuk menjadi pusat olahraga berbasis lingkungan. Dengan kontur lahan daratan yang luas serta keberadaan embung, kawasan ini dinilai ideal untuk berbagai cabang olahraga luar ruang (outdoor) maupun olahraga air.

“Ada 17 cabang olahraga yang sudah siap berkolaborasi. Dalam waktu dekat, olahraga berkuda dan paramotor menjadi yang paling siap untuk memulai aktivitas di sini,” ujarnya.

KONI Lampung segera mendesain lapangan yang sesuai standar teknis masing-masing cabor.

“Kami akan menyesuaikan dengan lahan yang tersedia, mulai dari lapangan untuk berkuda memanah, berkuda ketangkasan, polo, hoki, hingga kriket,” tutur Taufik Hidayat.

Selain itu, KONI Lampung juga membuka pintu kolaborasi bagi berbagai instansi terkait untuk mewujudkan fasilitas sarana dan prasarana yang memadai.

Senada Yayasan Taman Kehati, yang diwakili oleh Herawati Soekardi Djausal. Pihaknya menyambut baik inisiatif ini.

Menurut Herawati, kehadiran insan olahraga justru akan mempercepat terwujudnya visi Taman Kehati sebagai kawasan konservasi yang bermanfaat secara ekonomi dan sosial.

“Konservasi itu mencakup pelestarian, pengelolaan berkelanjutan, dan pemanfaatan. Masuknya KONI maupun KORMI (Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia) ke sini menjadi sarana pemanfaatan untuk ekowisata dan eko-sport,” ujar Herawati.

Ia meyakini bahwa aktivitas olahraga tidak akan mengganggu kelestarian tanaman di Taman Kehati. Sebaliknya, kehadiran para atlet dan komunitas olahraga akan membuat kawasan ini lebih optimal dan dikenal luas oleh masyarakat.

“Kalau hanya menunggu pohon besar untuk sumber bibit, mungkin butuh waktu lama. Tapi dengan adanya kegiatan olahraga, kawasan ini bisa langsung bermanfaat bagi masyarakat. Kita bisa punya pasar buah segar, pusat bibit, hingga floating market di sini,” tutur Herawati.

Dia menekankan bahwa kolaborasi antara kawasan konservasi dengan dunia olahraga ini berpotensi menjadi pionir di Indonesia.

“Ini bisa jadi yang pertama di Indonesia, di mana kawasan konservasi bermitra langsung dengan KONI dan berbagai cabor untuk menciptakan ekosistem Sport Ecotourism yang berkelanjutan,” ucap Herawati.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *