Revisi DBON, KONI Lampung Fokus Pembinaan dan Bangkitkan Prestasi

Olahraga131 views

Cyberindonesia.net – Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung merespons penetapan 21 cabang olahraga (cabor) yang masuk rangkaian Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

Ke-21 tersebut adalah Atletik, Senam, Akuatik, Angkat Besi, Panahan, Menembak, Judo, Tinju, Balap Sepeda, Bulutangkis, Panjat Tebing, Taekwondo, Tenis, Voli Pantai (2×2), Bola Basket (3×3), Dayung (Rowing dan Canoe), Sepak Bola, Anggar, Gulat, Pencak Silat (Road to World Stage), dan Equestrian.

Menurut Taufik Hidayat, KONI Lampung dan pengurus provinsi (pengprov) cabor  harus fokus pada pembinaan dalam provinsi.

“Saya harap teman-teman Cabor tetap fokus membina dan terus tumbuh atlet potensial dan berpretasi. Karena bagaimanapun juga kita harus segera bersiap untuk bertempur di dua PON (P3kan Oahraga Nasional) penting, yaitu PON 2028 dan 2032,” ujar Taufik Hidayat pada Jumat, 6 Februari 2026.

Ia tidak ingin berkomentar secara klise, karena saat ini yang diperlukan adalah kerja keras dan kerja nyata dalam pembinaan secara berkesinambungan.

“Kami dalam posisi kerja keras saat ini. Ini sangat berbeda dengan sebelumnya,  di mana ada tantangan yang sangat berat dengan banyaknya even nasional sebagai agenda resmi KONI Pusat sebagai PON Antara, dan dua PON yang juga sangat penting tahun 2028, dan PON 2032 kita sebagai tuan rumah. Ini sangat menguras tenaga dan pikiran. Maka dari itu, mari kita tingkatkan soliditas KONI dan Cabor di segala bidang,” tuturnya.

Adapun penetapan 21 cabor unggulan disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thoir dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI di Jakarta pada Selasa, 27 Januari 2026.

Menurut Erick, Pemerintah akan memfokuskan pembinaan terhadap 21 cabor unggulan melalui revisi DBON. Dari jumlah tersebut, 20 cabang olahraga diarahkan menuju Olimpiade, sementara satu cabang olahraga dipersiapkan menembus panggung dunia, yakni Pencak Silat.

Ia menyatakan bahwa revisi DBON masih menunggu terbitnya Instruksi Presiden atau Keputusan Presiden. Revisi ini mencakup penambahan jumlah cabang olahraga unggulan serta penerapan sistem promosi dan degradasi berbasis capaian prestasi.

“Ini 21 cabor (cabang olahraga) yang kita akan fokus, di mana 20 cabor untuk menuju Olimpiade, ya, dan satu cabor Road to World Stage,” kata Erick.

Erick menjelaskan sistem promosi dan degradasi diterapkan agar cabang olahraga unggulan tidak bersifat permanen. Cabor yang tidak mencapai target prestasi pada Olimpiade 2028 dan 2032 berpotensi dikeluarkan dari daftar prioritas nasional.

Satu di antara fokus utama pemerintah adalah mendorong Pencak Silat sebagai cabang olahraga yang merepresentasikan identitas dan kekuatan bangsa di tingkat global.

Pencak silat disiapkan tampil di berbagai ajang internasional, termasuk World Combat Games 2027, dengan target jangka panjang masuk dalam agenda Olimpiade.

Selain pembinaan atlet elite, pemerintah juga mengarahkan DBON agar terintegrasi dengan sistem pendidikan.

Erick menyebutkan bahwa cabor dasar atau mother sports seperti atletik, akuatik, dan senam akan diperkenalkan sejak jenjang sekolah dasar hingga menengah, dengan pendekatan yang disesuaikan dengan ketersediaan sarana dan prasarana di daerah.

“Sekolah diberikan pilihan sesuai kemampuan infrastruktur. Tidak dipaksakan, tetapi diarahkan untuk membangun fondasi olahraga dan karakter sejak dini,” ucap Erick.

Menurut Erick, pendekatan tersebut tidak hanya bertujuan mencetak atlet berprestasi, tetapi juga membangun masyarakat yang sehat serta menanamkan nilai sportivitas dan daya juang pada generasi muda.

Pemerintah juga membuka peluang penyediaan dana khusus Olimpiade melalui penerbitan Peraturan Presiden baru tentang DBON sebagai pengganti Perpres Nomor 86 Tahun 2021.

Dari 21 cabor yang masuk DBON sejak 2026, tidak terdapat Karate di dalamnya, dikarenakan penilaian secara keseluruhan. Namun ada cabor lain masuk bidikan DBON.

Penetapan ini didasarkan pada indikator sejarah, tradisi, potensi prestasi, serta sebagai cerminan kekuatan bangsa. Mayoritas cabang olahraga yang dipilih merupakan cabang perorangan.

Untuk diketahui, ke-21 cabang olahraga tersebut dipersiapkan secara khusus menuju Olimpiade 2028 Los Angeles, dengan sasaran antara SEA Games 2025 Thailand, Asian Games 2026 Jepang, dan SEA Games 2027 Malaysia.

Sementara itu, sepak bola memiliki target khusus menuju Piala Dunia 2030, dengan proses persiapan yang akan dimulai sejak kualifikasi pada 2027.

Regulasi ini akan memperluas cakupan cabang olahraga unggulan dari 14 menjadi 21 cabang, sekaligus memperjelas mekanisme pembinaan dan pendanaan berbasis performa.

Tujuh Cabor Baru

Informasi tersebut valid berdasarkan perkembangan terbaru dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pada akhir Januari 2026.

Melalui revisi DBON yang kini menyasar target Olimpiade 2028 Los Angeles, jumlah cabang olahraga (cabor) unggulan bertambah dari 14 menjadi 21 cabor. Perubahan ini secara resmi disampaikan oleh Menpora Erick Thohir dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI pada 27 Januari 2026.

Tujuh cabor itu adalah Tenis Lapangan, Voli Pantai (2×2), Bola Basket (3×3), Sepak Bola, Anggar, Gulat, Equestrian (Berkuda).***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *