Perbakin Lampung Target Raih 12 Medali di PON 2028

Olahraga314 views

Cyberindonesia.net – Provinsi Lampung meraih meraih 2 medali Emas, 2 Perak, dan 2 Perunggu dari cabang olahraga (cabor) Menembak pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Tahun 2024 di Sumut-Aceh.

Menatap PON 2028, Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Lampung menargetkan meraih 12 medali. Rinciannya,  4 Emas, 4 Perak, dan 4 Perunggu.

Target tersebut disampaikan Sekretaris Umum Perbakin Lampung Hendro Susanto pada penutupan Shooting Training Camp II di Lapangan Tembak Perbakin, kawasan Sukarame, Minggu, 18 Januari 2026.

“Perbakin memang sudah secara konsisten menyumbang medali untuk Kontingen Lampung, bahkan sejak PON tahun 2000 sampai sekarang masih menyumbang medali,” katanya.

Karenanya, Perbakin Lampung terus berbenah baik untuk sarana latihan serta beberapa program yang dijalankan untuk pembekalan secara teknis untuk para petembak muda.

Hendro menyatakan bahwa secara prestasi Perbakin terus menggenjot para atlet. Diproyeksikan pada PON 2028, Lampung bisa mengirimkan 22 atlet untuk mengikuti 17 nomor, dengan prioritas pada 11 nomor lomba.

“Kami memproyeksikan akan memaksimalkan pengiriman atlet ke PON dengan target empat medali Emas, empat Perak, dan empat Perunggu. Mohon doanya, dann selalu mohon dukungan KONI Provinsi Lampung,” tutur Hendro.

Sementara Ketua Umum KONI Provinsi Lampung Taufik Hidayat mengatakan bahwa dalam rangka membina prestasi atlet memang harus berani menetapkan target secara realistis. Hal itu untuk memacu seluruh komponen cabor mulai dari pelatih, atlet dan pengurus cabor.

“Saya apresiasi tekad pengurus Perbakin Lampung untuk berani bertarget dengan realistis. Harapannya dengan target yang dicanangkan itu akan diikuti dengan persiapan yang memadai dan logis,” kata Taufik.

Ia menegaskan bahwa saat ini cabor harus mulai membangun semangat kedaerahannya dengan melakukan berbagai terobosan baik dan program latihan maupun non teknis lainnya untuk mendorong atletnya berprestasi lebih baik.

“KONI Provinsi Lampung akan terus mengawal cabor-cabor, baik yang pada skala prioritas, sampai kepada cabor yang sudah memiliki prestasi yang baik. KONI tidak ada anak emas, semua kami akan layani dan support, namun sesuai dengan kapasitas Cabor dan tentu disesuaikan dengan kemampuan keuangan KONI Provinsi Lampung,” tutur Taufik.

Taufik kembali menyatakan apresiasinya kepada Perbakin yang terus aktif bergerak untuk menggairahkan nadi pembinaan dengan berbagai programnya.

“Teruslah membuat program yang inovatif dan tentunya membuat para atlet nyaman untuk berlatih dan terus meningkatkan kualitasnya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, petembak senior yang saat ini menjadi pelatih utama Perbakin Lampung Maryono menyampaikan beberapa masukan kepada para atlet junior yang mengikuti pelatihan Shooting Training Camp II di Bandarlampung.

“Ada tiga hal yang tidak boleh hilang dari diri seorang atlet, yakni Jangan ada rasa takut, jangan ragu-ragu dan jangan malu,” ucap Maryono.

Rasa takut tidak boleh ada di hati setiap atlet. Karena rasa takut akan menghilangkan potensi yang ada di diri seorang atlet. Maka harus berani menghadapi segala tantangan di arena pertandingan.

“Kemudian soal ragu. Ini juga yang tidak boleh ada, karena atlet harus memutuskan sesuatu dengan tegas. Tidak boleh ada keraguan. Sebab khususnya dalam olahraga menembak adalah fokus dan berfikir tegas. Sasaran itu sangat kecil untuk dibidik, maka harus menentukan arah dengan tegas pula, tidak ada keraguan. Dan tidak boleh ada rasa malu yang hanya akan membuat kita minder. Hasil buruk hari ini bisa diupayakan diperbaiki kemudian. Harus tegar,” katanya.

Kepada pengurus cabor, Maryono menyampaikan lima hal yang sangat penting untuk dilakukan demi membina atletnya berprestasi.

“Harus bisa dan berani mencari bibit-bibit atlet berkualitas, menyiapkan sarana dan prasarana cukup, memiliki pelatih yang professional dan program yang terencana dan terukur.

Shooting Training Camp II kali ini diiukuti 26 atlet muda dari berbagai Pengkab dan Pengkot di seluruh Lampung. Training dipandu oleh para pelatih dan atlet Lampung yang memiliki kemampuan mumpuni, seperti Maryono, Nanda Suhelmi, dan Theo dari Jakarta.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *