KONI Lampung Penuh Optimisme Menatap Persaingan Olahraga 2026

Olahraga224 views

Cyberindonesia.net – Kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung 2025-2029 secara resmi baru bekerja empat bulan pasca dilantik pada Agustus lalu.

Meski demikian, kolaborasi dan sinergi induk olahraga itu dengan cabang olahraga (cabor) telah melimpah sejumlah catatan prestasi, baik nasional maupun internasional. Baik oleh atlet muda maupun senior.

Catatan itu membuat optimisme tinggi Ketua Umum (Ketum) KONI Provinsi Lampung Taufik Hidayat, untuk menatap beragam even mulai 2026 hingga Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Demikian terungkap dalam silaturahmi Ketum KONI Lampung dan jajaran pengurus bersama wartawan olahraga di depan Gedung Sumpah Pemuda, Kompleks Pusat Kegiatan Olahraga Provinsi Lampung di Wayhalim, Kota Bandar Lampung, Senin, 29 Desember 2025. Ajang ngobrol bareng menutup rangkaian kegiatan KONI Lampung di tahun 2025.

Taufik Hidayat secara eksplisit menegaskan bahwa meraih prestasi tidak mudah. Namun, dengan tagline “Sinergi untuk Prestasi,” KONI Lampung, terus menjajaki kolaborasi agar olahraga Lampung lebih baik. Karena, pengurus terus gerilya merangkul stakeholder, termasuk perguruan tinggi, agar membersamai memasyarakatkan olahraga.

Seperti kala Taufik Hidayat meletakkan dasar pemikiran bahwa prestasi tidak terlahir instan. Ada proses awal, mulai atlet dan dukungan orang tua, pengurus cabor dan pelatih, pembinaan, sarana dan prasarana olahraga, science, doktor dan ahli olahraga. Sementara target dan pencapaian prestasi adalah proses akhir.

Tak heran, KONI Lampung sukses mendorong delapan daerah untuk menghelat Pekan Olahraga Kota (Porkot) atau Prkan Olahraga Kabupaten (Porkab), untuk pembinaan olahraga daerah.

“Kita bergerak ke semuanya, pengurus KONI kabupaten dan kota, pengurus cabor, perguruan tinggi dan stakeholder lainnya. Saya berharap ini juga dapat ditiru oleh pengurus cabor agar semua pihak bisa berperan serta membangun olahraga Lampung,” ucap Taufik Hidayat.

Dengan kebersamaan, semua kendala dan persoalan dapat terasa ringan. Begitu juga dengan pembinaan cabor, atlet dan pelatih. Melalui standar dan regulasi yang tepat, akan melahirkan atlet-atlet yamg dapst mengharumkan Lampung.

Seperti pada SEA Games 2025 di Thailand, yang baru saja berakhir. Atlet-atlet Lampung menyumbangkan medali untuk Merah Putih melalui Judoka Indah Permatasari, Petinju Nabila Maharani, Wira Sukmana bersama Tim Menembak Beregu Putra, Pesilat Sa’dan Ahmad Sidik, dan fighter Sevi Nurul Aini.

“Pada PON Bela Diri I 2025 di Kudus (Jawa Tengah), kita juga meraih hasil memuaskan dengan menduduki peringkat sepuluh. Kita juga bersiap untuk PON Bela Diri I Seri 2 di Manado. Waktunya belum pasti, kemungkinan pada April 2026,” tutur Taufik Hidayat.

Berikutnya, KONI Lampung sedang berupaya menggalang dukungan untuk menjadi tuan rumah PON 2032 bersama Banten. Lampung-Banten juga siap menggantikan Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (NTB-NTT) untuk tuan rumah PON 2028.

“Kita siap. Venue kita cukup memadai. Kita juga bisa kolaborasi dengan Unila (Universitas Lampung, Itera (Institut Teknologi Sumatera), UIN (Universitas Islam Neger), dan bahkan UBL (Universitas Bandar Lampung), ada gudang yang siap pakai untuk even nasional,” kata Taufik Hidayat.

Untuk menunjukkan keseriusan itu, kini KONI Lampung terus menggalang dukungan kr sejumlah provinsi lainnya. “Beberapa sudah mendukung, dan akan kita upayakan pendekatan agar 38 provinsi mendukung Lampung dan Banten menjadi tuan rumah PON,” ujarnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *