Lampung Fest 2025 Tak Pakai APBD, Sinergikan Dua Kekuatan Utama Ekonomi Daerah

Berita Utama259 views

Cyberindonesia.net – Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, membuka Lampung Fest 2025 di Pusat Kegiatan Olahraga Provinsi Lampung di Way Halim, Kota Bandar Lampung, Rabu, 12 November 2025, malam. Gubernur didampingi Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, dan jajaran Forkopimda.

Gelaran Lampung Fest 2025 mengusung tema “Coffee and Tourism.” Tema ini dipilih untuk menyinergikan dua kekuatan utama ekonomi Lampung.

Kiyai Mirza, sapaan akrab Gubernur Lampung, menjelaskan bahwa komoditas kopi menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Lampung. Pada Kuartal I mencapai 5,4%, tertinggi di Sumatera.

Namun demikian, Gubernur Lampung menyoroti ironi bahwa 70% ekspor kopi nasional dari Lampung masih berbentuk biji mentah (green bean). Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung saat ini berfokus pada hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Lampung juga mengapresiasi keberhasilan ekspor perdana kopi matang (roasted coffee), yang baru-baru ini dilakukan pengusaha lokal.

“Provinsi Lampung tentu dengan bangga akan menghilirisasi, akan memberikan nilai tambah terhadap kopi-kopinya. Saya dan rekan-rekan ingin bagaimana kopi Lampung ini jauh lebih terkenal, bukan hanya di luar negeri tapi juga di Indonesia. Dan benar-benar diberikan nilai tambah, diproduksi di Provinsi Lampung,” kata Kiyai Mirza.

​Terkait sektor pariwisata, Gubernur Lampung mengungkapkan bahwa tahun ini Provinsi Lampung mengalami lonjakan kunjungan domestik. Setelah mencatat 18 juta wisatawan di tahun 2024, kunjungan wisatawan diproyeksikan menembus 28 juta orang di tahun 2025.

Gubernur Lampung mengungkapkan akan ​menjadikan jutaan wisatawan tersebut sebagai duta atau agen promosi yang ikut mempromosikan kopi Lampung sehingga semakin terkenal dan harganya meningkat.

“Bayangkan kalau 30 juta wisatawan kita pulang ke rumahnya dari seluruh Indonesia, dia coba kopi Lampung, dia suka dengan kopi Lampung, maka kopi Lampung akan semakin terkenal dan harganya akan semakin tinggi, yang akhirnya akan meningkatkan kualitas, meningkatkan ekonomi yang ada di Provinsi Lampung,” ujar Kiyai Mirza.

Gubernur Lampung juga dengan bangga menekankan bahwa Lampung Fest 2025 berhasil diselenggarakan tanpa menggunakan dana APBD, melainkan murni atas hasil kolaborasi inklusif dengan berbagai pihak dan pemangku kepentingan (pelaku ekraf, komunitas media sosial, komunitas kuliner, UMKM, komunitas EO, komunitas promotor musik, band lokal, dll).

Dengan semangat kolaborasi inklusif ini, Lampung Fest 2025 bukan hanya menjadi sekadar sarana pameran, tetapi menjadi wadah inkubasi dan promosi serta gairah baru dalam penyelenggaraan event besar di Provinsi Lampung.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung Bobby Irawan, melaporkan bahwa Lampung Fest 2025 digelar selama 15 hari, mulai 11 November hingga 25 November 2025.

Festival ini diselenggarakan untuk mendukung gerakan Bangga Berwisata dan Bangga Buatan Indonesia. Juga bertujuan menjaring wisatawan domestik dengan target 200.000 hingga 300.000 pengunjung selama 15 hari, dengan harapan mencapai putaran transaksi sebesar Rp30-50 miliar.

Rangkaian acara meliputi berbagai festival budaya, kuliner, dan musik yang menampilkan musisi nasional dan lokal. Pameran juga menampilkan Paviliun Kopi, Semarak Anjungan Kabupaten/Kota, Trade Fair, Ekspos Pembangunan dan Pelayanan Publik serta UMKM Nusantara Expo, dengan total partisipasi dari 6 anjungan kabupaten/kota, 14 OPD, 3 perguruan tinggi, perbankan, BUMN, 40 perusahaan, serta melibatkan sekitar 250 UMKM, termasuk pelaku kopi keliling.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *