Kolaborasi Lintas Elemen Membangun Harapan Generasi Pematang Sawa Tanggamus

Berita Utama314 views

Cyberindonesia.net – Kerusakan Jembatan Gantung Tampang Muda, Kecamatan Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus, segera teratasi. Jembatan gantung itu sempat viral di media sosial karena dilintasi pelajar sementara kondisinya rusak sehingga sangat membahayakan.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menunjukkan aksi nyata kepemimpinan responsif dengan turun langsung merespons kondisi darurat ini. Baginya, pelajar adalah generasi harapan masa depan Bumi Ruwa Jurai.

Kini, dengan semangat gotong royong, warisan luhur bangsa Indonesia, jembatan tersebut sedang diperbaiki lewat kolaborasi luar biasa lintas elemen masyarakat.

Kiyai Mirza, sapaan akrab Gubernur Lampung, menginisiasi aksi gotong royong massal untuk membangun kembali jembatan harapan itu. Kiyai Mirza menggandeng Vertical Rescue Indonesia (VRI) Regional Lampung, Pemerintah Kabupaten Tanggamus, masyarakat desa, pelajar, mahasiswa, hingga organisasi pencinta alam.

“Akses pendidikan dan keselamatan anak-anak kita adalah hal yang tidak bisa ditawar. Jembatan ini bukan hanya soal penyambung dua tempat, tetapi penyambung masa depan mereka. Saya mengapresiasi semangat semua relawan dan elemen masyarakat yang dengan cepat merespon call to action ini. Ini adalah bukti nyata kekuatan kolaborasi kita. Saya minta perbaikan dilaksanakan dengan cepat dengan hasil terbaik,” ucap Kiyai Mirza saat memberikan arahan.

Ia juga memerintahkan agar perbaikan dilaksanakan secepat mungkin dengan hasil terbaik. Tanggapannya yang cepat dan langsung di lapangan menjadi contoh kepemimpinan yang peduli dan berpihak pada rakyat.

Melalui pendekatan yang kolaboratif dan inklusif. Pemprov Lampung dan Pemkab Tanggamus bertindak sebagai fasilitator, sementara kekuatan utamanya berasal dari para relawan terlatih VRI, didukung penuh oleh pelajar, mahasiswa, dan warga lokal.

Vertical Rescue Indonesia, yang dikenal lewat program nasional“1000 Jembatan Gantung Untuk Indonesia”, langsung menurunkan tim teknis ke lokasi. Mereka telah melakukan survei, membangun sinergi di lapangan, dan berkomitmen menyelesaikan perbaikan jembatan ini paling lambat akhir September 2025. Target ini ditetapkan agar para pelajar dapat kembali beraktivitas dengan aman.

“Ini adalah tugas kemanusiaan. Kami dari VRI Lampung siap memimpin usaha teknis di lapangan dengan standar keselamatan tertinggi,” ujar Koordinator VRI Regional Lampung Muhammad Kariskun

“Dukungan semua pihak, dari pemerintah hingga warga yang menyumbang tenaga dan logistik, sangat menguatkan kami,” katanya melanjutkan.

Perbaikan Jembatan Gantung Tampang Muda bukan sekadar proyek infrastruktur, tapi simbol solidaritas, kepedulian, dan kepemimpinan yang hadir untuk rakyat. Aksi ini juga membuktikan bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama masyarakat Lampung dalam menghadapi tantangan bersama.

Dengan semangat ini, Jembatan Tampang Muda akan kembali berdiri kokoh, bukan hanya sebagai penghubung dua wilayah, tapi sebagai penyambung harapan dan masa depan generasi penerus bangsa.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *